Mentari perlahan tenggelam di ufuk barat Garut, Jawa Barat, melukiskan panorama magis di sepanjang Jalan Merdeka. Kota yang dijuluki “Swiss van Java” ini menawarkan pesona yang berbeda di malam hari. Lapangan Kerkof, yang tampak biasa di siang hari, berubah menjadi destinasi kuliner malam yang semarak. Aroma kuliner menggoda berpadu dengan gemerlap cahaya instalasi, menciptakan suasana hangat dan mengundang.
Wisata kuliner di Lapangan Kerkof bukan sekadar deretan lapak makanan. Pengalaman unik ditawarkan kepada warga lokal dan wisatawan yang berkunjung ke “Kota Dodol” ini.
Transformasi Lapangan Kerkof: Dari Siang Hingga Malam
Lapangan Kerkof Garut menjelma menjadi destinasi kuliner malam yang menarik. Bukan hanya variasi kulinernya yang menggiurkan, tetapi juga suasana yang diciptakan oleh instalasi cahaya temaram.
Suasana yang nyaman dan hangat ini berhasil menarik banyak pengunjung. Keberadaan instalasi cahaya semakin menambah daya tarik Lapangan Kerkof di malam hari.
Zona QRIS BRI: Memudahkan Transaksi dan Mendukung UMKM
Keunikan lain Lapangan Kerkof terletak pada kemudahan bertransaksi. Hampir semua pedagang telah menggunakan QRIS BRI, menjadikan kawasan ini sebagai zona _cashless_ yang praktis.
Inisiatif “Zona QRIS BRI” dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) ini memberikan kemudahan bagi pembeli dan pedagang. Cukup dengan satu sentuhan di aplikasi BRImo, transaksi pembayaran digital pun selesai dengan cepat.
Pengalaman Pedagang dengan QRIS BRI
Eki (24), pedagang jus segar di Lapangan Kerkof, merasakan manfaat QRIS BRI. Ia mengaku transaksi non-tunai ini memperlancar usahanya, khususnya dalam hal efisiensi waktu dan pengelolaan uang kembalian.
“Pembayaran pakai QRIS lebih singkat karena gak perlu uang kembalian lagi,” ujar Eki. Ia telah berjualan di Lapangan Kerkof selama satu tahun terakhir dan merasakan dampak positif dari penggunaan QRIS.
BRI: Pertumbuhan Positif di Tengah Dinamika Global
Bank Rakyat Indonesia (BRI) berhasil mencatatkan pertumbuhan laba yang positif di tengah dinamika ekonomi global. Laba bersih konsolidasian BRI pada Triwulan I 2025 mencapai Rp13,80 triliun.
Hal ini disampaikan dalam Press Conference Kinerja Keuangan BRI Triwulan I 2025 pada 30 April 2025. BRI tetap fokus pada segmen UMKM, yang menjadi pilar utama perekonomian Indonesia.
Strategi BRI dalam Mendukung UMKM
BRI aktif membangun infrastruktur pembayaran digital modern. Hal ini terlihat dari jumlah merchant QRIS yang mencapai lebih dari 4,3 juta dan merchant EDC sebanyak 344 ribu, tersebar luas di seluruh Indonesia.
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menekankan bahwa ekonomi Indonesia bergantung pada konsumsi domestik. Oleh karena itu, BRI berkomitmen untuk terus mendukung UMKM melalui berbagai inisiatif, termasuk perluasan akses pembayaran digital.
Lapangan Kerkof Garut telah sukses menjadi contoh kolaborasi yang menguntungkan. Kerja sama antara pemerintah daerah, pelaku UMKM, dan BRI dalam membangun infrastruktur pembayaran digital menciptakan peluang ekonomi baru dan meningkatkan kenyamanan bagi semua pihak. Keberhasilan ini menunjukkan bagaimana teknologi digital dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus memberikan pengalaman berbelanja yang lebih praktis bagi masyarakat. Inisiatif serupa diharapkan dapat diadopsi di berbagai daerah lain di Indonesia untuk mendorong kemajuan ekonomi dan kemudahan akses bagi masyarakat.





