Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) telah mengakhiri konflik internal yang berkepanjangan. Setelah negosiasi alot, kesepakatan dicapai untuk menggelar kongres persatuan pada Agustus 2025.
Konflik ini bermula dari perbedaan kepemimpinan setelah Kongres Bandung pada September 2023 dan Kongres Luar Biasa (KLB) di Jakarta pada Agustus 2024. Kedua kubu sepakat untuk menyelesaikan perselisihan melalui jalur damai.
Mediasi dan Kesepakatan Jakarta
Mediasi yang dilakukan oleh Anggota Dewan Pers, Dahlan Dahi, berhasil menjembatani perbedaan antara Ketua Umum PWI hasil Kongres Bandung, Hendry Ch Bangun, dan Ketua Umum PWI hasil KLB, Zulmansyah Sekedang.
Negosiasi maraton selama empat jam menghasilkan sebuah dokumen bernama ‘Kesepakatan Jakarta’. Dokumen ini ditandatangani oleh kedua ketua umum dan Dahlan sebagai mediator.
Kesepakatan Jakarta ditandatangani di atas materai dan berisi poin-poin penting untuk menyatukan kembali PWI.
Dokumen tersebut menekankan semangat ketulusan, keikhlasan, dan tanggung jawab dalam memajukan PWI.
Jalan Panjang Menuju Persatuan
Sebelum pertemuan langsung, diskusi intensif dilakukan melalui telepon. Dahlan juga melibatkan tokoh senior PWI untuk mencari solusi terbaik.
Proses negosiasi berlangsung alot, diwarnai debat panas, namun juga momen-momen tawa bersama. Hal ini menunjukkan adanya persahabatan di antara kedua pemimpin yang berseteru.
Baik Hendry maupun Zulmansyah menekankan pentingnya persatuan demi kemajuan PWI.
Hendry Ch Bangun menyatakan bahwa konflik internal yang berlangsung selama hampir satu tahun telah cukup dan PWI harus fokus ke depan.
Zulmansyah Sekedang juga mengungkapkan rasa syukurnya atas kesepakatan yang dicapai. Ia berharap PWI dapat kembali bersatu.
Masa Depan PWI
PWI memiliki sekitar 30.000 anggota di 39 provinsi, dengan sekitar 20.000 anggota bersertifikat. Persatuan kembali ini diharapkan dapat menghidupkan kembali program peningkatan kompetensi dan kapasitas anggota.
Kongres persatuan yang direncanakan pada Agustus 2025 akan menjadi tonggak sejarah bagi PWI.
Dengan terselesaikannya konflik internal, PWI dapat kembali fokus pada perannya dalam memajukan dunia jurnalistik di Indonesia dan berkontribusi bagi bangsa dan negara.
Semoga langkah ini akan membawa PWI menuju era baru yang lebih solid dan profesional.





