Prioritaskan Kesehatan Mentalmu: Bulan Peduli Kesehatan Jiwa

Redaksi

Prioritaskan Kesehatan Mentalmu: Bulan Peduli Kesehatan Jiwa
Sumber: Kompas.com

Mei, bulan yang dipenuhi perayaan penting, juga menjadi Bulan Kesadaran Kesehatan Mental. Momentum ini semakin krusial mengingat meningkatnya kasus bunuh diri dan masalah kesehatan mental di kalangan anak muda. Satu dari tiga remaja mengalami gangguan mental, dan kendala biaya menjadi hambatan utama akses perawatan kesehatan jiwa.

Mari kita manfaatkan bulan ini untuk meningkatkan kepedulian dan pemahaman kita terhadap isu kesehatan mental yang semakin mendesak ini. Berbagi informasi, berdiskusi, dan mencari solusi bersama adalah kunci untuk mengatasi tantangan ini.

Mei: Bulan Kesadaran Kesehatan Mental Sedunia

Bulan Kesadaran Kesehatan Mental (Mental Health Awareness Month) telah dirayakan di banyak negara jauh sebelum World Federation for Mental Health (WFHM) menetapkan 10 Oktober sebagai Hari Kesehatan Mental Sedunia pada 1992.

Tradisi ini berawal di Amerika Serikat pada Mei 1949, berkat inisiatif National Association for Mental Health (NAMH).

Sejarah panjang ini menandakan pentingnya kesadaran akan kesehatan mental bagi kehidupan manusia.

Clifford Beers: Sang Pejuang Kesehatan Mental

Di balik penetapan Bulan Kesadaran Kesehatan Mental, terdapat sosok inspiratif, Clifford W. Beers. Beers, seorang penyintas gangguan kesehatan mental, mengekspos pengalaman buruknya dalam perawatan di rumah sakit jiwa melalui buku “A Mind That Found Itself” (1908).

Buku tersebut mengungkap perlakuan buruk yang diterima Beers, seperti pengabaian, perendahan, dan isolasi— hal-hal yang justru memperburuk kondisinya.

Pengalaman traumatis ini mendorong Beers mendirikan National Committee for Mental Hygiene pada 1909 (kemudian berubah nama menjadi Mental Health America, dan selanjutnya NAMH).

Organisasi ini berjuang keras melawan stigma terhadap gangguan mental dan mendorong agar kesehatan mental mendapatkan perhatian yang sama dengan kesehatan fisik.

Meningkatkan Kesadaran dan Akses Perawatan

Setelah Perang Dunia II, gerakan yang dirintis Beers memicu penelitian dan pengembangan pendekatan klinis yang lebih manusiawi dalam perawatan kesehatan mental.

Kini, banyak negara maju di Eropa dan Asia memperingati Bulan Kesadaran Kesehatan Mental dengan beragam kegiatan, termasuk kampanye, seminar, dan lokakarya.

Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran publik, mengurangi stigma, dan meningkatkan akses terhadap perawatan kesehatan mental yang berkualitas.

Di Indonesia, tantangan akses perawatan kesehatan mental masih signifikan, terutama terkait biaya. Hal ini diperparah dengan masih tingginya stigma yang membuat banyak orang enggan mencari bantuan profesional.

Oleh karena itu, partisipasi aktif masyarakat, pemerintah, dan tenaga kesehatan sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang suportif dan akses yang lebih mudah bagi mereka yang membutuhkan bantuan.

Dengan demikian, Bulan Kesadaran Kesehatan Mental bukan hanya sekadar perayaan, melainkan momentum untuk menciptakan perubahan nyata dalam upaya meningkatkan kesehatan mental masyarakat.

Semoga kita semua dapat turut serta dalam upaya ini, dengan cara sekecil apapun, untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang.

Also Read

Tags

Leave a Comment