Preman Teror Sopir Truk Ditangkap, Jatanras PMJ Berhasil Bongkar Kasus Kalideres

Redaksi

Preman Teror Sopir Truk Ditangkap, Jatanras PMJ Berhasil Bongkar Kasus Kalideres
Sumber: Detik.com

Polda Metro Jaya berhasil mengungkap aksi pemerasan terhadap sopir truk yang dilakukan oleh sindikat preman. Tiga pelaku berhasil diringkus di Jalan Outer Ring Road, Kalideres, Jakarta Barat, pada Rabu, 14 Mei 2025.

Ketiga pelaku, AI alias Ucok (34), FH alias Firman (25), dan PP alias Oji (26), ditangkap dalam Operasi Berantas Jaya 2025. Aksi mereka meresahkan masyarakat karena kerap mengintimidasi, merusak kendaraan, bahkan menodong sopir truk dengan senjata tajam.

Modus Operandi Para Pelaku Pemerasan

Para pelaku mengincar sopir truk berpelat luar Jakarta yang dianggap mudah ditakut-takuti. Mereka beroperasi di sekitar pertigaan Kamal, Jakarta Barat, setelah pintu tol Cengkareng.

Modus mereka adalah menghentikan paksa truk korban. Kemudian, mereka menakut-nakuti korban dengan dalih harus membayar jasa pengawalan agar terhindar dari preman lain di jalan.

Awalnya, para pelaku meminta uang Rp200.000. Namun, setelah ditawar, mereka akhirnya menerima Rp100.000.

Jika korban menolak memberikan uang, pelaku tak segan melakukan intimidasi, merusak kendaraan, bahkan menodongkan senjata tajam dan merampas barang milik korban.

Penangkapan dan Barang Bukti

Tim Opsnal Unit 1 Subdit Jatanras Polda Metro Jaya, dipimpin Kompol Roland Olaf Ferdinan, melakukan penyelidikan intensif setelah menerima banyak laporan.

Berkat kerja keras tim, ketiga pelaku berhasil ditangkap. Petugas mengamankan barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp152.000.

Proses Hukum dan Jeratan Pasal

Ketiga pelaku kini telah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka dijerat dengan Pasal 368 KUHP tentang pemerasan.

Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya, AKBP Abdul Rahim, menegaskan komitmen kepolisian untuk memberantas aksi premanisme dan melindungi masyarakat.

Penangkapan ini diharapkan menjadi efek jera bagi pelaku kejahatan serupa dan memberikan rasa aman kepada para sopir truk.

Kasus ini menjadi bukti nyata keseriusan aparat penegak hukum dalam menangani permasalahan premanisme. Semoga ke depan, aksi kejahatan serupa dapat ditekan dan terciptanya lingkungan yang aman dan kondusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

Also Read

Tags

Leave a Comment