Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Indonesia (APPSI) baru-baru ini menggelar kontestasi nasional bertajuk Piala Ketua MPR RI di Boyolali, Jawa Tengah. Acara tersebut dimeriahkan dengan lelang sapi-sapi unggul milik para peserta kontes, yang dipimpin langsung oleh Ketua Dewan Pengarah APPSI, Ahmad Muzani.
Lelang ini tak hanya menjadi daya tarik tersendiri, tetapi juga sebagai bentuk dukungan nyata terhadap para peternak sapi di Indonesia. Keberhasilan lelang tersebut diharapkan mampu meningkatkan semangat para peternak dalam memenuhi kebutuhan daging dan susu nasional.
Lelang Sapi Unggul di Boyolali: Harga Fantastis untuk Sapi Berkualitas
Sejumlah sapi berbobot besar dilelang dalam acara tersebut. Seekor sapi PO seberat 814 kilogram terjual dengan harga Rp 130 juta.
Sapi jenis Brangus seberat 1,1 ton juga dilelang dan laku terjual seharga Rp 125 juta. Sementara itu, sapi Simental seberat 1,3 ton berhasil terjual dengan harga Rp 130 juta.
Menurut Muzani, lelang ini bertujuan untuk memberikan semangat kepada para peternak dalam memenuhi kebutuhan nasional akan daging dan susu. Ia menekankan pentingnya peran peternak dalam mencapai ketahanan pangan Indonesia.
Tantangan dan Potensi Peternakan Sapi Indonesia
Indonesia memiliki sekitar 4,8 juta peternak sapi, baik pedaging maupun perah. Namun, kebutuhan daging dan susu nasional masih sangat bergantung pada impor.
Sebanyak 75 persen kebutuhan susu nasional masih dipenuhi melalui impor. Hal ini menunjukkan potensi besar yang masih perlu digali dari sektor peternakan dalam negeri.
Boyolali, sebagai salah satu daerah penghasil daging sapi terbesar di Jawa Tengah, berkontribusi hingga 60 persen terhadap pasokan daging di wilayah tersebut. Potensi ini perlu terus dikembangkan dan didukung.
Dukungan Pemerintah dan Cita-cita Kesejahteraan Peternak
Presiden Prabowo Subianto turut memberikan perhatian serius terhadap peningkatan kesejahteraan peternak sapi. Pemerintah tengah menjalankan program Makan Bergizi Gratis yang membutuhkan pasokan susu dan daging yang memadai.
Presiden Prabowo berencana memberikan kredit atau pinjaman tanpa agunan hingga Rp 100 juta bagi rakyat dan UMKM, termasuk peternak sapi. Program vaksinasi sapi gratis untuk mencegah penyakit mulut dan kuku (PMK) juga akan dijalankan.
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menyatakan komitmen pemerintah dalam mendukung para peternak. Pemerintah berencana mengimpor 2 juta sapi pedaging dan sapi perah yang akan didistribusikan kepada peternak lokal melalui skema kerja sama atau koperasi.
Presiden Prabowo menginginkan tidak hanya sapi yang gemuk dan sehat, tetapi juga dompet para peternak yang makmur. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menyejahterakan peternak sapi Indonesia.
Secara keseluruhan, kontestasi dan lelang sapi di Boyolali menjadi bukti nyata komitmen APPSI dan pemerintah dalam mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas peternakan sapi di Indonesia. Harapannya, langkah-langkah konkret ini dapat meningkatkan kesejahteraan peternak dan mengurangi ketergantungan pada impor daging dan susu.





