PKS Dukung Manggarai Bershalawat: Stop Tawuran, Jaga Perdamaian

Redaksi

PKS Dukung Manggarai Bershalawat: Stop Tawuran, Jaga Perdamaian
Sumber: Detik.com

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meluncurkan program “Manggarai Bershalawat” untuk meredam tawuran antarwarga di kawasan Manggarai. Program ini mendapat sambutan positif dari beberapa anggota DPRD DKI Jakarta, namun juga diiringi dengan saran agar pendekatan yang dilakukan lebih komprehensif.

Program ini diinisiasi mengingat tingginya angka tawuran di Manggarai yang meresahkan masyarakat. Pramono sendiri melihat adanya kaitan antara minimnya lapangan pekerjaan dan fasilitas umum dengan maraknya aksi kekerasan tersebut.

Dukungan dan Kritik Terhadap Program “Manggarai Bershalawat”

Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKS, Taufik Zoelkifli, menyambut baik inisiatif Gubernur. Ia menilai pendekatan kultural seperti ini perlu dipertimbangkan dalam menangani permasalahan sosial.

Namun, Taufik menekankan pentingnya solusi yang lebih menyeluruh. Ia berpendapat, kegiatan berselawat saja tidak cukup untuk mengatasi akar masalah tawuran.

Menurut Taufik, Pemprov DKI perlu fokus pada penyediaan lapangan pekerjaan dan peningkatan kualitas pendidikan bagi anak muda di Manggarai. Hal ini dinilai krusial untuk menyalurkan energi positif mereka.

Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Dwi Rio Sambodo, juga memberikan dukungannya. Ia melihat program ini sebagai wahana silaturahmi antarwarga.

Dwi Rio menambahkan, kegiatan berselawat dapat pula memajukan sektor ekonomi warga Manggarai, khususnya UMKM dan seni religi. Program ini perlu dikelola dengan baik agar berdampak positif bagi perekonomian lokal.

Mencari Solusi Jangka Panjang untuk Mengatasi Tawuran

Dwi Rio menyoroti pentingnya penanganan jangka panjang bagi para pelaku dan korban tawuran. Mereka membutuhkan pendampingan intensif, baik layanan sosial maupun konseling.

Peningkatan taraf hidup dan perekonomian warga juga menjadi perhatian utama. Semua program tersebut harus direncanakan secara matang dan berkelanjutan.

Gubernur Pramono Anung sendiri menjelaskan bahwa program “Manggarai Bershalawat” menggunakan pendekatan kultural dan keagamaan. Ia menganggap pendekatan represif saja tidak cukup efektif.

Pramono berencana mengundang kelompok-kelompok yang terlibat dalam tawuran untuk berdialog dan mencari solusi bersama. Harapannya, program ini dapat membangun kerukunan dan kedamaian di Manggarai.

Peran Tokoh Masyarakat dan Agama dalam Pencegahan Tawuran

Taufik Zoelkifli juga menekankan pentingnya peran aktif tokoh masyarakat dan agama. Mereka diharapkan dapat membina generasi muda agar tidak terlibat dalam tawuran.

Bimbingan dan pendidikan yang tepat dari para tokoh ini sangat diperlukan untuk mencegah terulangnya peristiwa tawuran. Mereka bisa menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.

Selain itu, peningkatan akses terhadap fasilitas olahraga dan rekreasi juga penting. Hal ini bisa menjadi alternatif kegiatan positif bagi anak muda dan mengalihkan perhatian mereka dari tawuran.

Kesimpulannya, program “Manggarai Bershalawat” merupakan langkah positif, tetapi keberhasilannya bergantung pada implementasi yang komprehensif dan keterlibatan aktif semua pihak, termasuk pemerintah, masyarakat, dan tokoh agama.

Upaya pencegahan tawuran di Manggarai membutuhkan strategi jangka panjang yang tidak hanya berfokus pada aspek kultural, tetapi juga pada penyediaan lapangan kerja, pendidikan, dan pembinaan sosial bagi generasi muda.

Also Read

Tags

Leave a Comment