Petarung MMA asal Irlandia, Paddy McCorry, meraih kemenangan gemilang di Cage Warriors 189 di Roma, Minggu (1/6/2025). Ia berhasil menaklukkan lawannya, Shuki Farage, seorang mantan prajurit Israel Defense Force (IDF).
Kemenangan McCorry diwarnai dengan teriakan “Free Palestine” saat ia melayangkan pukulan bertubi-tubi kepada Farage yang tampak tak berdaya. Aksi ini semakin memperkuat sorotan pada pertandingan tersebut.
Kemenangan KO atas Mantan Prajurit IDF
Pertarungan antara McCorry dan Farage berlangsung sengit. McCorry menunjukkan dominasi sejak awal ronde.
Ia melancarkan serangan-serangan akurat dan efektif, akhirnya berhasil menjatuhkan Farage dengan serangkaian pukulan keras ke arah kepala.
Wasit menghentikan pertandingan, menyatakan McCorry sebagai pemenang melalui KO.
Kontroversi dan Sorotan “Free Palestine”
Selebrasi McCorry setelah kemenangannya menjadi perbincangan. Ia mengibarkan bendera Palestina dan meneriakkan “Free Palestine”.
Aksi ini langsung menjadi sorotan mengingat latar belakang Farage sebagai mantan prajurit IDF. Hal ini menambah bumbu kontroversi pada pertandingan tersebut.
Foto Farage mengenakan seragam IDF dengan senapan laras panjang sempat beredar viral di media sosial, sebelum akunnya dihapus. Peristiwa ini menambah lapisan kompleksitas pada pertarungan tersebut.
Reaksi McCorry dan Harapannya di UFC
McCorry membagikan momen kemenangannya di media sosial. Ia menuliskan kutipan “pengadilan jalanan” dan menyertakan emoji bendera Irlandia dan Palestina.
Petarung berusia 27 tahun ini mengaku sangat bersyukur atas kemenangannya. Ia juga mengungkapkan harapannya untuk dilirik oleh Dana White, presiden UFC, agar bisa berlaga di ajang bergengsi tersebut.
McCorry menyatakan bahwa ia mengendalikan pertarungan selama 15 menit tanpa cedera berarti. Ia merasa siap untuk menghadapi tantangan selanjutnya.
“Dana White, panggil aku lah,” ujarnya penuh semangat.
Kemenangan McCorry atas Farage menjadi bukti kemampuannya di dunia MMA. Selain itu, aksi dan selebrasinya menunjukkan bahwa arena pertarungan juga bisa menjadi tempat mengekspresikan pendapat politik.
Pertandingan ini akan terus diingat bukan hanya karena kehebatan McCorry di octagon, tetapi juga karena kontroversi yang melingkupinya.





