PBSI melakukan perombakan sementara di sektor ganda putra. Fajar Alfian kini berpasangan dengan Muhammad Shohibul Fikri, bukan lagi dengan Muhammad Rian Ardianto. Keputusan ini diambil untuk menjaga performa pemain dan menghadapi turnamen mendatang.
Perubahan pasangan ini diumumkan langsung oleh Kepala Pelatih Ganda Putra Pelatnas, Antonius Budi Ariantho. Ia menjelaskan alasan di balik keputusan tersebut.
Alasan di Balik Perombakan Pasangan Fajar Alfian
Anton menjelaskan bahwa perombakan ini didorong oleh beberapa faktor. Daniel Marthin, pasangan Fikri sebelumnya, masih dalam pemulihan cedera.
Sementara itu, Rian Ardianto membutuhkan waktu istirahat untuk urusan keluarga. Oleh karena itu, untuk menjaga agar kedua pemain tetap aktif berkompetisi, diputuskan untuk memasangkan Fajar dan Fikri.
Debut Fajar/Fikri di Japan Open 2025
Pasangan baru Fajar/Fikri akan memulai debutnya di ajang BWF Super 750 Japan Open 2025 di Tokyo, Jepang.
Turnamen ini akan berlangsung dari tanggal 15 hingga 20 Juli 2025. Keberhasilan pasangan ini di turnamen ini akan menjadi penentu langkah selanjutnya.
Harapan untuk Bangkitnya Ganda Putra Indonesia
Perubahan pasangan ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi prestasi ganda putra Indonesia yang tengah mengalami stagnasi.
Indonesia kesulitan meraih gelar juara di turnamen BWF belakangan ini. Prestasi terbaik hanya mencapai babak final beberapa kali saja.
Bagas Maulana/Leo Rolly Carnando menjadi runner-up di All England 2025, sementara Fajar/Rian mencapai final Indonesia Masters 2025. Daniel/Fikri juga menjadi runner-up di Swiss Open 2025.
Gelar juara terakhir ganda putra Indonesia diraih oleh Fajar/Rian di Japan Masters November 2024. Sejak saat itu, belum ada pasangan ganda putra Indonesia yang mampu menembus podium juara.
Tantangan yang Dihadapi Fajar/Fikri
Fajar/Fikri dihadapkan pada tantangan besar untuk membuktikan keefektifan pasangan baru ini. Mereka harus mampu beradaptasi dengan cepat dan menunjukkan permainan terbaik.
Komunikasi dan kerjasama yang solid sangat krusial untuk meraih hasil maksimal di turnamen-turnamen bergengsi yang akan mereka ikuti.
Strategi PBSI untuk Membangun Kekuatan Ganda Putra
PBSI mungkin akan melihat performa Fajar/Fikri sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk regenerasi dan peningkatan kekuatan ganda putra Indonesia.
Selain penjajakan pasangan baru, PBSI mungkin juga akan mengeksplorasi strategi lain, termasuk pelatihan intensif dan pembinaan pemain muda berbakat.
Perombakan ini tentu akan menjadi sorotan bagi pecinta bulu tangkis Indonesia. Keberhasilan Fajar/Fikri akan menjadi indikator efektifitas strategi PBSI dalam mengatasi stagnasi prestasi ganda putra. Ke depannya, perhatian akan tertuju pada bagaimana pasangan ini dapat beradaptasi dan menunjukkan performa terbaiknya di turnamen-turnamen mendatang, serta bagaimana langkah PBSI selanjutnya dalam membina atlet muda berbakat.





