Paus Leo XIV, pemimpin Gereja Katolik Roma, kembali menjadi sorotan dunia, bukan karena dekrit teologis atau kebijakan Vatikan, melainkan karena pilihan busananya yang tak biasa. Dalam audiensi umum di Lapangan Santo Petrus pada Rabu, 11 Juni 2025, Paus Leo terlihat mengenakan topi bisbol hitam Chicago White Sox, tim favoritnya sejak lama. Kejadian ini langsung menjadi perbincangan hangat di media sosial dan media massa global.
Gaya santai Paus Leo, yang tersenyum ramah kepada jemaah dari berbagai negara, menunjukkan sisi personal yang dekat dan merakyat. Momen mengharukan tertangkap kamera ketika Beliau menyapa pasangan pengantin yang juga penggemar White Sox. Ini memperlihatkan sisi humanis seorang pemimpin spiritual dunia.
Topi White Sox dan Loyalitas Sang Paus
Paus Leo XIV mengganti zucchetto, topi putih kecil khas kepausan, dengan topi hitam White Sox yang harganya mencapai US$ 44,99 atau sekitar Rp 740.000 di MLBshop. Keputusan spontan ini ternyata mencuri perhatian publik dunia.
Warga Chicago, khususnya, sangat antusias menyambut aksi Paus Leo. Kebanggaan mereka semakin membuncah karena Paus, yang bernama asli Robert Francis Prevost, merupakan Paus pertama dari Amerika Serikat dan seorang penggemar White Sox sejati.
Konfirmasi dari Keluarga
Adik Paus Leo, John Prevost, mengonfirmasi kesetiaan kakaknya pada tim bisbol asal South Side Chicago tersebut dalam wawancara dengan stasiun TV WGN Chicago. John menyatakan dengan tegas bahwa Paus Leo memang selalu menjadi penggemar White Sox, bukan Chicago Cubs.
“Dia tidak pernah menjadi penggemar Cubs, itu jelas,” kata John sambil tertawa. “Ibu kami memang pendukung Cubs, ayah malah Cardinals, tapi Leo itu setia sama Sox.” Pernyataan ini semakin memperkuat citra Paus Leo sebagai penggemar berat White Sox.
Lebih dari Sekedar Topi: Sebuah Kisah Kesetiaan
Bukti kesetiaan Paus Leo pada Chicago White Sox bukan hanya sebatas mengenakan topi. Beredar video lawas yang memperlihatkan Paus muda menonton Game 1 World Series 2005, saat White Sox mengalahkan Houston Astros, dengan mengenakan jaket tim kesayangannya.
Momen ini menunjukkan kecintaannya pada tim tersebut telah berlangsung lama dan mendalam. Sebagai bentuk apresiasi, klub White Sox memasang grafis wajah Paus Leo di Guaranteed Rate Field bulan lalu, sebuah penghormatan yang unik dan mengharukan.
Paus Leo: Sosok Sederhana di Balik Jabatan Agung
Di luar kecintaannya pada bisbol, Paus Leo juga dikenal sebagai lulusan Universitas Villanova tahun 1977. Koneksi ini sempat memicu antusiasme penggemar New York Knicks, karena beberapa pemain bintang mereka juga alumni Villanova. Namun, impian juara Knicks harus tertunda setelah kalah dari Pacers di Final Wilayah Timur.
Paus Leo menunjukkan bahwa kepemimpinan dunia tak mengharuskan seseorang meninggalkan aspek personal yang membentuk jati dirinya. Ia tetap menjadi penggemar White Sox, membawa semangat South Side Chicago hingga ke Takhta Santo Petrus. Kesederhanaan dan kehangatannya menjadi inspirasi bagi banyak orang.
Paus Leo XIV telah menunjukkan bahwa seorang pemimpin dunia dapat tetap membumi dan mempertahankan minat pribadinya. Ia membuktikan bahwa kesetiaan pada tim olahraga kesayangan tidaklah bertentangan dengan peran agungnya sebagai pemimpin Gereja Katolik. Sikap santai dan dekat dengan rakyat ini justru memperkuat citranya sebagai figur yang relatable dan menginspirasi. Topi White Sox-nya menjadi simbol dari kepribadiannya yang sederhana dan penuh keramahan.




