Sejumlah nisan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Ngentak, Bantul, Yogyakarta, menjadi sasaran perusakan oleh orang tak dikenal. Kejadian ini telah dikonfirmasi oleh pihak kepolisian setempat yang langsung melakukan penyelidikan.
Peristiwa tersebut terungkap pada Minggu pagi, 18 Mei 2025, sekitar pukul 06.00 WIB. Petugas kepolisian dari Polsek Banguntapan langsung menuju lokasi setelah menerima laporan.
Kronologi Perusakan Nisan di TPU Ngentak
Polisi memastikan telah terjadi perusakan sejumlah nisan di TPU Ngentak. Pengecekan di lokasi oleh petugas Polsek Banguntapan membenarkan adanya aksi vandalisme tersebut.
Dari hasil penyelidikan awal, diketahui terdapat sepuluh nisan yang menjadi korban perusakan. Semua nisan tersebut memiliki tanda salib dan merupakan makam warga Kristiani.
Detail Perusakan dan Jenis Nisan
Sebanyak tiga nisan yang dirusak terbuat dari material keramik. Tujuh nisan lainnya terbuat dari kayu.
Semua nisan yang menjadi sasaran perusakan adalah nisan makam umat Kristiani. Polisi belum bisa memastikan motif di balik perusakan tersebut.
Penyelidikan Kepolisian dan Kesaksian
Berdasarkan keterangan saksi, diduga perusakan terjadi pada malam hari atau dini hari. Petugas kepolisian masih mengumpulkan informasi dan keterangan saksi.
Polisi tengah melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap pelaku perusakan dan motif di balik tindakan tersebut. Identifikasi pelaku menjadi fokus utama penyelidikan.
Beberapa petunjuk di lokasi kejadian telah diamankan sebagai barang bukti. Petugas juga menyelidiki kemungkinan adanya kamera pengawas di sekitar TPU Ngentak.
Proses penyelidikan diharapkan dapat segera membuahkan hasil. Polisi berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus ini.
Kasus perusakan nisan di TPU Ngentak ini menimbulkan keprihatinan. Aksi vandalisme seperti ini tidak hanya merusak properti, tetapi juga melukai perasaan keluarga yang berduka dan menimbulkan keresahan di masyarakat. Semoga pihak kepolisian dapat segera mengungkap pelakunya dan memberikan rasa keadilan bagi korban.
Kejadian ini juga menjadi pengingat pentingnya menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama. Perbedaan keyakinan seharusnya tidak menjadi alasan untuk melakukan tindakan anarkis dan merusak.
Diharapkan penyelidikan polisi dapat berjalan lancar dan pelaku segera tertangkap. Hal ini penting untuk mencegah kejadian serupa dan menjaga kondusivitas lingkungan masyarakat.




