Mantan Menghubungi? Tips Jaga Hubungan Baik Setelah Putus

Redaksi

Mantan Menghubungi? Tips Jaga Hubungan Baik Setelah Putus
Sumber: Pikiran-rakyat.com

Putus cinta, sebuah pengalaman yang hampir universal, seringkali meninggalkan jejak emosi yang rumit. Salah satu pertanyaan yang sering muncul di benak orang yang baru putus adalah bagaimana seharusnya mereka berinteraksi dengan mantan kekasih mereka. Apakah masih pantas menelepon mantan? Jawabannya, seperti banyak hal dalam kehidupan, tidak sesederhana ya atau tidak. Keputusan ini bergantung pada sejumlah faktor penting, termasuk kondisi emosional masing-masing pihak, tujuan komunikasi, dan batasan yang disepakati bersama.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa menjaga hubungan baik dengan mantan setelah putus adalah hal yang lazim. Banyak individu memilih untuk tetap berteman, meskipun dengan frekuensi komunikasi yang lebih jarang.

Berteman dengan Mantan: Sebuah Pilihan Pribadi

Berteman dengan mantan kekasih merupakan pilihan yang sangat personal. Alodokter, misalnya, menekankan bahwa keputusan ini harus didasari pemahaman bahwa hubungan asmara telah berakhir.

Studi menunjukkan bahwa sekitar 40% orang mempertahankan hubungan yang baik dengan mantan mereka. Namun, komunikasi biasanya terbatas, mungkin sekali sebulan atau beberapa kali dalam seminggu.

Alasan di baliknya beragam. Bisa jadi karena rasa saling menghargai, kebutuhan akan dukungan emosional, atau bahkan kenyamanan yang masih dirasakan dalam interaksi.

Bolehkah Masih Bertelepon dengan Mantan?

Komunikasi melalui telepon setelah putus cinta sebenarnya diperbolehkan, selama dilakukan dengan batasan yang jelas dan tujuan yang sehat.

Jika tujuannya adalah untuk menjaga hubungan pertemanan yang positif, saling mendukung, dan tanpa menimbulkan harapan yang tidak realistis, maka komunikasi tersebut dapat bermanfaat.

Sebaliknya, jika masih ada sisa perasaan cinta yang belum terselesaikan, komunikasi, termasuk telepon, dapat memperpanjang proses penyembuhan emosional dan menghambat proses *move on*.

Risiko dan Hal yang Perlu Dihindari dalam Berkomunikasi dengan Mantan

Komunikasi pasca-putus perlu dijalani dengan bijak. Beberapa hal krusial yang harus dihindari antara lain:

  • Menghubungi mantan secara berlebihan atau mengirimkan pesan spam. Hal ini dapat membuat mantan merasa risih dan terganggu.
  • Menggunakan panggilan sayang atau bahasa yang menunjukkan bahwa hubungan asmara masih berlanjut. Pertahankan komunikasi yang profesional dan menjaga jarak.
  • Membahas masa lalu secara berlebihan. Hal ini dapat memicu konflik atau ketidaknyamanan bagi kedua belah pihak. Fokus pada masa kini dan masa depan.
  • Melarang mantan untuk dekat dengan orang lain. Hubungan asmara telah berakhir, dan masing-masing individu berhak untuk menjalani kehidupannya sendiri.

Menjaga jarak dan batasan yang sehat sangat penting untuk memastikan komunikasi tetap nyaman dan tidak menimbulkan kesalahpahaman atau harapan palsu. Komunikasi yang sehat didasarkan pada rasa hormat dan pemahaman.

Tips Membangun dan Mempertahankan Hubungan Baik dengan Mantan

Bagi mereka yang memilih untuk tetap menjalin hubungan baik dengan mantan setelah putus, beberapa tips berikut dapat membantu:

  • Pastikan keputusan untuk putus telah bulat dan diterima oleh kedua belah pihak. Kesepakatan ini akan menjadi dasar hubungan pertemanan yang sehat.
  • Beri waktu untuk proses penyembuhan emosional. Jangan terburu-buru untuk memulai kembali komunikasi. Tunggu hingga kondisi emosional lebih stabil dan rasa sakit hati telah mereda.
  • Hormati batasan masing-masing individu. Jangan menghubungi mantan di waktu yang tidak tepat atau dengan cara yang membuatnya tidak nyaman.
  • Hindari mengungkit kesalahan masa lalu. Saling memaafkan adalah kunci utama untuk membangun hubungan pertemanan yang sehat dan berkelanjutan.
  • Jaga komunikasi tetap positif dan sopan. Fokus pada hal-hal yang membangun rasa saling menghargai dan peduli. Hindari topik yang sensitif dan dapat memicu emosi negatif.

Membangun hubungan yang sehat pasca putus cinta membutuhkan waktu, kesabaran, dan saling pengertian. Prioritaskan kesehatan emosional Anda dan hormati keputusan serta perasaan mantan Anda. Ingatlah bahwa proses *move on* sangat personal dan perlu dijalani dengan langkah yang tepat. Komunikasi yang sehat setelah putus cinta mungkin bisa terwujud, tetapi membutuhkan komitmen dan kesadaran dari kedua belah pihak.

Also Read

Tags

Leave a Comment