Lima Bintang Olahraga Legendaris Umumkan Pensiun dari Olimpiade

Redaksi

Olimpiade Paris 2024 telah menyajikan drama, kegembiraan, dan inspirasi luar biasa. Namun, penampilan beberapa bintang olahraga di ajang ini menandai babak akhir perjalanan mereka di panggung Olimpiade. Kepergian mereka meninggalkan jejak prestasi yang gemilang dan kenangan tak terlupakan bagi dunia olahraga.

Lima atlet top dari berbagai cabang olahraga, mulai dari atletik, senam, tenis, renang, hingga basket, diprediksi akan pensiun setelah Olimpiade Paris. Banyak di antara mereka yang layak menyandang gelar GOAT (Greatest Of All Time), atau setidaknya atlet kelas dunia yang konsisten menunjukkan performa terbaik sepanjang karier.

Atlet Legendaris yang Pensiun dari Olimpiade:

1. Andy Murray (Tenis)

Legenda tenis Inggris ini memutuskan Olimpiade Paris sebagai penampilan terakhirnya. Di usia 37 tahun dan di tengah perjuangannya melawan cedera, Murray memilih untuk mengakhiri karier Olimpiade dengan cara yang tidak biasa, bukan dengan kemenangan gemilang seperti yang diharapkan banyak orang. Namun, semangat juang Murray tetap membara. Ia bahkan mampu menyelamatkan lima match point dalam pertandingan ganda putra melawan Jepang sebelum akhirnya tersingkir di babak kedua oleh Amerika Serikat.

“Saya benar-benar bahagia saat ini. Saya senang dengan bagaimana semuanya berakhir,” ungkap Murray yang terkenal dengan dua medali emas Olimpiade dan kemenangan di Wimbledon. Dengan gaya khasnya, ia menulis di X, “Tidak pernah suka tenis, kok.”

2. Shelly-Ann Fraser-Pryce (Atletik)

Pelari Jamaika berusia 37 tahun ini juga mengumumkan bahwa Olimpiade Paris menjadi “perpisahan terakhirnya”. Setelah meraih delapan medali Olimpiade, termasuk tiga emas, Fraser-Pryce berharap mengakhiri kariernya dengan catatan manis. Namun, cedera yang dialaminya saat pemanasan semifinal 100 meter memaksanya mundur dan menghancurkan harapan tersebut.

“Sulit bagi saya menemukan kata-kata untuk menggambarkan kekecewaan saya,” tulisnya di Instagram, sambil mengungkapkan rasa terima kasih kepada para penggemar.

3. Adam Peaty (Renang)

Perenang andalan Inggris ini, yang selalu diharapkan meraih emas sejak debutnya di tahun 2014, merasakan pahitnya persaingan di Olimpiade Paris. Setelah meraih emas di Rio dan Tokyo, Peaty hanya meraih perak di final 100 meter gaya dada, kalah tipis dari atlet Italia, Nicolo Martinenghi. Meskipun demikian, Peaty yang telah berjuang melawan masalah kesehatan mental dan depresi, tetap menunjukkan sikap sportif dan bangga dengan pencapaiannya.

Ia terlihat tersenyum dan memeluk putranya yang berusia tiga tahun. Kegagalan meraih podium di nomor estafet 4×100 meter gaya campuran tak mengurangi kebanggaannya.

4. Simone Biles (Senam)

Olimpiade Paris disebut sebagai “tur penebusan” bagi Simone Biles, pesenam terhebat sepanjang masa yang pernah mengalami “Twisties” di Tokyo. Di Paris, ia meraih emas di nomor all-around, tim, dan lompat, dengan penampilan spektakuler dari Yurchenko double pike (Biles II).

Namun, di usia 27 tahun, ia tampak kelelahan pada hari terakhir kompetisi, hanya meraih perak di lantai setelah tersandung di balok keseimbangan. Meskipun demikian, “Saya telah mencapai lebih dari mimpi liar saya,” katanya, yang memiliki 41 medali dunia dan Olimpiade, 30 di antaranya emas. Mengenai Olimpiade Los Angeles 2028, ia menjawab, “Jangan pernah bilang tidak.”

5. LeBron James (Basket)

LeBron James, pencetak poin terbanyak sepanjang masa NBA, mengamankan medali emas Olimpiade ketiganya bersama Timnas Amerika Serikat. Kemenangan 98-87 melawan Prancis dirasa paling istimewa baginya. “Ini adalah momen besar bagi bola basket AS,” kata James.

Ia merasa rendah hati masih bisa bermain di level tinggi dan mewakili negaranya. Olimpiade Paris menjadi penampilannya yang pertama sejak London 2012. Meskipun bermain di Los Angeles, ia meragukan partisipasinya di Olimpiade 2028, “Saya tidak melihat diri saya bermain di LA (pada 2028).” Kemungkinan besar, ia akan mengakhiri karier Olimpiade dengan tiga medali emas.

Penampilan terakhir para atlet legendaris ini di Olimpiade meninggalkan kesan mendalam. Prestasi dan dedikasi mereka akan selalu dikenang dalam sejarah olahraga. Meskipun mereka akan meninggalkan panggung Olimpiade, warisan mereka akan terus menginspirasi generasi atlet berikutnya.

Also Read

Tags

Leave a Comment