Rencana PT Liga Indonesia Baru (LIB) untuk menambah kuota pemain asing di Liga 1 musim 2025/26 menjadi 11 orang telah menimbulkan beragam reaksi. Perubahan signifikan ini, dari kuota maksimal 8 pemain asing menjadi 11, tentu akan berdampak besar pada peta persaingan di kompetisi sepak bola tertinggi Indonesia. Tanggapan dari berbagai pihak, termasuk klub-klub Liga 1, sangat dinantikan untuk melihat dampak nyata dari kebijakan ini.
Perubahan ini akan meningkatkan jumlah pemain asing yang dapat dikontrak setiap klub. Saat ini, setiap tim di Liga 1 diperbolehkan merekrut maksimal 8 pemain asing, dengan hanya 6 yang dapat bermain secara bersamaan dalam satu pertandingan.
Tanggapan Positif dari Persija Jakarta
Pelatih Persija Jakarta, Ricky Nelson, menyambut positif rencana penambahan kuota pemain asing tersebut. Ia melihat kebijakan ini sebagai katalis untuk peningkatan kualitas sepak bola Indonesia secara menyeluruh.
Ricky berpendapat, peningkatan jumlah pemain asing akan memaksa klub untuk meningkatkan kualitas infrastruktur dan fasilitas. “Tidak mungkin ada 11 pemain asing tapi kondisi lapangan jelek. Ini akan mendorong klub untuk memperbaiki infrastruktur,” tegasnya pada Kamis (22/5/2025).
Ia juga optimistis peningkatan kualitas fasilitas akan berdampak positif pada pemain lokal. Persaingan yang lebih ketat akan memacu pemain lokal untuk meningkatkan kemampuan dan profesionalisme.
“Pemain lokal juga akan terpacu. Dengan fasilitas yang baik, semua pemain bisa bersaing lebih profesional,” tambahnya.
Persaingan Sehat dan Tantangan bagi Pemain Lokal
Gelandang Persija, Hanif Sjahbandi, turut memberikan komentarnya. Ia melihat rencana penambahan kuota pemain asing sebagai sebuah tantangan untuk terus berkembang.
Hanif, yang telah mencatatkan 32 penampilan musim ini – rekor terbanyak dalam kariernya – mengungkapkan bahwa peningkatan kuota pemain asing justru telah memberinya lebih banyak kesempatan bermain.
“Saya tidak terlalu khawatir soal 11 pemain asing. Sejak aturan 6 pemain asing bermain diterapkan, saya malah mendapat menit bermain lebih banyak,” ujar Hanif.
Menurutnya, kunci utama kesuksesan bagi pemain lokal adalah profesionalisme dan mentalitas yang kuat. Ia melihat persaingan sebagai proses pembelajaran berharga.
Dampak Jangka Panjang dan Pertimbangan Strategi Klub
Penambahan kuota pemain asing ini tentu memiliki dampak jangka panjang yang kompleks. Selain peningkatan kualitas permainan, hal ini juga berpotensi meningkatkan biaya operasional klub.
Klub-klub Liga 1 perlu mempertimbangkan strategi perekrutan pemain yang tepat. Mereka harus mampu menyeimbangkan antara pemain asing berkualitas tinggi dan pemain lokal berbakat.
Peningkatan kompetisi juga berpotensi menarik lebih banyak investasi dan sponsor ke Liga 1. Ini akan berdampak positif pada perkembangan sepak bola Indonesia secara keseluruhan.
Kebijakan ini juga berpotensi meningkatkan daya tarik Liga 1 bagi penonton dan penggemar sepak bola internasional. Hal ini dapat meningkatkan popularitas liga dan menarik sponsor dari luar negeri.
Di sisi lain, perlu diperhatikan potensi dampak negatif seperti kurangnya kesempatan bermain bagi pemain lokal jika tidak diimbangi dengan pembinaan yang memadai.
Pemain lokal yang berbakat perlu mendapatkan kesempatan dan pembinaan yang memadai agar dapat bersaing dengan pemain asing. Peningkatan kualitas akademi sepak bola sangat penting untuk mendukung hal ini.
Secara keseluruhan, rencana penambahan kuota pemain asing ini menyimpan potensi besar untuk meningkatkan kualitas Liga 1. Namun, kesuksesan kebijakan ini sangat bergantung pada bagaimana klub-klub dan federasi sepak bola Indonesia mengelola dan memanfaatkan kesempatan ini. Penting untuk memastikan bahwa peningkatan kualitas liga tidak mengorbankan pengembangan pemain lokal. Suksesnya kebijakan ini terletak pada keseimbangan antara peningkatan kualitas dan pengembangan pemain lokal secara berkelanjutan.





