Thailand Umumkan Pelonggaran Aturan Penjualan Alkohol Selama Hari Raya Buddha
Pemerintah Thailand membuat keputusan mengejutkan dengan mengizinkan penjualan minuman beralkohol selama lima hari raya besar Buddha di beberapa lokasi tertentu. Keputusan ini diambil sebagai bagian dari upaya untuk mendongkrak sektor pariwisata. Biasanya, penjualan alkohol dilarang selama periode tersebut. Namun, tahun ini, kebijakan tersebut dilonggarkan.
Kebijakan Baru Demi Pariwisata Thailand
Pada awalnya, Thailand memberlakukan larangan penjualan minuman beralkohol selama perayaan hari besar agama Buddha, termasuk Waisak. Namun, kini larangan tersebut dicabut untuk beberapa lokasi tertentu.
Pemerintah Thailand secara resmi mengizinkan penjualan minuman beralkohol di bandara internasional, tempat hiburan malam, hotel, dan tempat penyelenggaraan acara nasional atau internasional. Hal ini berlaku selama lima hari raya besar Buddha, yang dimulai pada Sabtu, 10 Mei 2025.
Keputusan ini tertuang dalam pengumuman Komite Pengawasan Minuman Beralkohol yang ditandatangani langsung oleh Perdana Menteri Thailand, Paetongtarn Shinawatra.
Juru bicara pemerintah, Jirayu Houngsub, menyatakan bahwa kebijakan ini sejalan dengan kampanye “Tahun Pariwisata dan Olahraga Thailand 2025 yang Luar Biasa”.
Hari Raya Buddha yang Termasuk dalam Pelonggaran Aturan
Lima hari raya besar Buddha yang dimaksud adalah Visaka Bucha, Makha Bucha, Asanha Bucha, dan hari pertama serta terakhir masa Prapaskah umat Buddha.
Visaka Bucha, yang jatuh pada Minggu, 11 Mei 2025, menjadi salah satu hari raya yang penjualan alkoholnya diizinkan di lokasi-lokasi tertentu. Wakil Perdana Menteri Thailand, Prasert Jantararuangtong, selaku ketua komite, memastikan hal ini.
Meskipun ada pelonggaran aturan, anggota parlemen dari Partai Rakyat, Taopiphop Limjittrakorn, mengingatkan masyarakat untuk tetap bijak dalam merayakannya. Larangan penjualan alkohol masih berlaku di sebagian besar tempat.
Perbedaan Penerapan di Thailand dan Perayaan Waisak di Indonesia
Di Indonesia, puncak perayaan Waisak di Candi Borobudur berlangsung pada Senin, 12 Mei 2025. Pihak pengelola Candi Borobudur telah merilis beberapa panduan untuk memastikan kenyamanan dan kelancaran acara.
Panduan tersebut antara lain mengatur area parkir, penukaran tiket, jalur masuk, dan tata cara menyaksikan pelepasan lampion. Pengunjung diimbau untuk mematuhi semua panduan yang telah ditetapkan.
Sementara itu, di Thailand, pelonggaran aturan penjualan alkohol selama hari raya Buddha hanya berlaku di lokasi-lokasi tertentu. Warung makan pinggir jalan, toko serba ada, restoran, dan supermarket tetap dilarang menjual alkohol.
Perbedaan aturan ini menunjukkan perbedaan pendekatan dalam mengatur penjualan alkohol selama perayaan keagamaan di kedua negara.
Pasar Medang di Borobudur juga turut memeriahkan perayaan Waisak dengan berbagai kuliner. Ada Daharan Lawasan yang menyajikan kuliner tradisional dan kontemporer, Daharan Ramba dengan menu vegan dan non-hewani, serta Daharan Anyaran yang menampilkan produk lokal Yogyakarta dan Magelang.
Puncak perayaan Waisak di Borobudur ditandai dengan Festival Lampion. Ribuan lampion diterbangkan sebagai simbol harapan dan kedamaian. Para peserta diwajibkan mengenakan pakaian putih dan sopan.
Direktur Utama InJourney, Maya Watono, berharap rangkaian acara Waisak 2025 di Borobudur berlangsung khidmat, lancar, aman, dan nyaman bagi seluruh umat. Perayaan Waisak di Borobudur menjadi bukti keberagaman budaya dan spiritualitas di Indonesia.
Pelonggaran aturan penjualan alkohol di Thailand selama hari raya Buddha menjadi contoh bagaimana kebijakan pemerintah dapat mendukung sektor pariwisata. Namun, penting untuk diingat bahwa setiap negara memiliki konteks dan pertimbangan yang berbeda dalam menerapkan aturan tersebut. Semoga perayaan keagamaan di kedua negara berlangsung dengan damai dan penuh hikmah.





