Bandung semakin semarak dengan hadirnya Lengkong Culinary Night, sebuah destinasi kuliner malam yang baru dan menarik. Acara yang diselenggarakan setiap Sabtu dan Minggu mulai pukul 18.00 WIB ini menyulap Jalan Lengkong Kecil menjadi surga bagi para pencinta kuliner. Berbagai pilihan makanan, mulai dari jajanan tradisional hingga hidangan modern, siap memanjakan lidah pengunjung.
Sensasi Kuliner Malam di Jalan Lengkong Kecil
Lengkong Culinary Night menawarkan pengalaman bersantap yang unik dan meriah. Pengunjung dapat menikmati beragam kuliner sambil menikmati suasana malam di Bandung. Kehadirannya disambut antusias oleh warga dan pemerintah setempat.
Pemerintah Kota Bandung memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif ini. Dukungan tersebut diwujudkan dalam berbagai bentuk, termasuk rekayasa lalu lintas dan koordinasi dengan pihak kepolisian untuk memastikan keamanan dan kelancaran acara.
Upaya Pemerintah Kota Bandung Mendukung Lengkong Culinary Night
Penjabat Wali Kota Bandung, Bambang Tirtoyuliono, menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam keberhasilan acara ini. Ia berharap masyarakat memiliki rasa memiliki yang tinggi sehingga Lengkong Culinary Night bisa menjadi kebanggaan bersama.
Bambang juga mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. Hal ini penting untuk menjamin kenyamanan pengunjung dan keberlangsungan usaha para pedagang kaki lima (PKL). Pendekatan berbasis komunitas, menurutnya, merupakan kunci keberhasilan acara ini.
Peningkatan dan Evaluasi Berkelanjutan
Kepala Bidang Usaha Non Formal Diskop UKM Kota Bandung, Evy Oktaviyanti, menjelaskan berbagai upaya yang dilakukan untuk memastikan kelancaran dan kenyamanan acara. Kerjasama antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilakukan untuk memastikan peraturan dipatuhi.
Salah satu aturan penting adalah larangan pembelian makanan dari kendaraan bermotor. Hal ini dilakukan untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan pengunjung. Selain itu, penataan tenda PKL yang menghadap trotoar juga bertujuan untuk memberikan kenyamanan bagi pejalan kaki.
Penggunaan *traffic cone* sebagai pengganti *water barrier* meningkatkan keamanan. Penambahan kantong parkir juga telah disiapkan untuk memudahkan pengunjung. Semua ini merupakan bagian dari upaya untuk terus memperbaiki dan mengevaluasi pelaksanaan Lengkong Culinary Night.
Evy menambahkan bahwa evaluasi terus dilakukan dan regulasi, termasuk pembatasan jam operasional di zona kuning, akan dipatuhi. Upaya ini bertujuan agar Lengkong Culinary Night dapat menjadi destinasi kuliner malam yang nyaman dan berkelanjutan.
Lengkong Culinary Night diharapkan bukan hanya sebagai tempat menikmati kuliner yang lezat, tetapi juga sebagai ruang usaha yang menjanjikan bagi PKL setempat. Dengan dukungan pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat, Lengkong Culinary Night berpotensi menjadi ikon kuliner malam Bandung yang dapat meningkatkan perekonomian lokal dan memberikan pengalaman tak terlupakan bagi para pengunjungnya. Suksesnya acara ini menjadi bukti nyata kolaborasi yang harmonis antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat Bandung. Semoga Lengkong Culinary Night terus berkembang dan menjadi kebanggaan warga Bandung.





