Jakarta Selatan, kawasan urban yang identik dengan gaya hidup modern dan fashionable, kembali menjadi sorotan. Kali ini, bukan soal tren fesyen teranyar, melainkan tren makeup para ibu-ibu di kawasan tersebut yang menarik perhatian warganet.
Sebuah video di TikTok, diunggah oleh kreator konten @onyfiajaya, menampilkan momen santai bersama teman-temannya. Video yang menampilkan merek lipstik mewah yang mereka gunakan ini viral dan memicu beragam reaksi.
Viral: Spill Lipstik Ibu-ibu Jakarta Selatan
Video berdurasi singkat yang diunggah oleh @onyfiajaya ini menampilkan dirinya dan teman-temannya yang tengah berkumpul. Mereka secara santai memamerkan koleksi lipstik masing-masing, mulai dari Dior Lip Tattoo hingga Anastasia Beverly Hills Matte.
Merek-merek high-end seperti YSL dan Chanel Rouge juga terlihat dalam video tersebut. Kemewahan lipstik yang ditampilkan langsung menarik perhatian warganet dan membuat video tersebut viral dengan lebih dari 194 juta penonton.
Reaksi Warganet yang Beragam
Unggahan tersebut memicu beragam reaksi di kolom komentar. Beberapa warganet merasa terheran-heran melihat koleksi lipstik mewah tersebut.
Ada pula yang terinspirasi dan mengungkapkan harapan untuk bisa memiliki koleksi lipstik serupa. Namun, tak sedikit pula yang memberikan komentar positif dan menyinggung soal kebebasan individu untuk memanjakan diri.
Komentar-komentar tersebut menunjukkan beragam perspektif dan reaksi terhadap gaya hidup yang ditampilkan dalam video tersebut. Hal ini menunjukkan betapa sensitifnya topik gaya hidup dan konsumsi di kalangan masyarakat.
Klarifikasi Kreator Konten
Aliffia Ony, kreator konten @onyfiajaya, memberikan klarifikasi terkait viralnya video tersebut. Ia menjelaskan bahwa video tersebut dibuat secara spontan saat berkumpul bersama teman-temannya di Hotel St. Regis, Jakarta.
Aliffia, yang berusia 26 tahun, mengaku tidak menyangka video tersebut akan menjadi viral dan menimbulkan berbagai reaksi yang berlebih. Ia menegaskan bahwa video tersebut hanyalah konten biasa dan tidak ada maksud khusus di baliknya.
Ia juga terkejut dengan reaksi warganet yang cenderung melebih-lebihkan hal tersebut. Menurutnya, video tersebut hanyalah tentang lipstik, bukan tentang kemewahan yang berlebihan. Ia berharap agar warganet tidak salah interpretasi terhadap video yang ia buat.
Aliffia menekankan bahwa video tersebut semata-mata untuk konten dan tidak ada niat lain. Ia berharap agar warganet dapat lebih bijak dalam menanggapi konten-konten di media sosial.
Kejadian ini menunjukkan betapa cepatnya sebuah konten di media sosial dapat viral dan memicu beragam reaksi. Penting bagi kreator konten untuk lebih berhati-hati dalam membuat konten dan bagi warganet untuk lebih bijak dalam bermedia sosial.
Viralitas video ini juga bisa dilihat sebagai refleksi dari daya beli dan gaya hidup sebagian masyarakat di Jakarta Selatan. Namun, penting untuk diingat bahwa ini hanya sebagian kecil gambaran dan tidak mewakili seluruh masyarakat Jakarta Selatan.




