Kirab Waisak Mendut-Borobudur: Ribuan Umat Buddha Meriahkan Perayaan Suci

Redaksi

Kirab Waisak Mendut-Borobudur: Ribuan Umat Buddha Meriahkan Perayaan Suci
Sumber: Pikiran-rakyat.com

Ribuan umat Buddha memadati Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Minggu lalu. Mereka mengikuti kirab Waisak sakral dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur. Prosesi ini menjadi puncak perayaan Waisak 2569 BE, yang jatuh pada Senin, 12 Mei 2025, pukul 23.25.29 WIB. Suasana khidmat dan penuh makna spiritual menyelimuti perjalanan suci ini.

Para peserta kirab membawa api dharma dari Mrapen, Grobogan, dan air berkah dari Umbul Jumprit, Temanggung. Kedua elemen suci ini telah disucikan dan diarak sebelumnya, masing-masing tiba di Candi Mendut pada Sabtu dan Minggu. Kehadiran kedua elemen ini menambah kekhusyukan dan kesakralan perjalanan menuju Candi Borobudur.

Kirab Waisak: Perjalanan Spiritual Menuju Pencerahan

Kirab Waisak bukan sekadar pawai biasa. Ini merupakan perjalanan spiritual yang sarat makna bagi umat Buddha. Ribuan umat, bersama para biksu, berjalan bersama membawa simbol-simbol suci.

Para peserta berasal dari berbagai organisasi dan majelis Buddha. Baik yang berada di bawah naungan Walubi maupun di luar Walubi turut serta dalam prosesi ini. Hal ini menunjukkan persatuan dan kebersamaan umat Buddha dalam merayakan Waisak.

Pesan Kedamaian dan Kebajikan dalam Setiap Langkah

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama, Supriyadi, menekankan pentingnya ketertiban dan kesadaran selama kirab. Ia berharap seluruh peserta menjalankan prosesi dengan penuh khidmat dan memahami makna spiritual di balik setiap langkah kaki.

Supriyadi mengajak para peserta untuk merenungkan nilai-nilai kebajikan Buddha, Dharma, dan Sangha. Proses perjalanan diharapkan menjadi ajang introspeksi diri dan penguatan spiritual. Suasana penuh kesadaran ini diharapkan akan meminimalisir rasa lelah dan menggantikannya dengan kebahagiaan spiritual.

Merenungkan Tiga Peristiwa Suci

Perayaan Tri Suci Waisak memperingati tiga peristiwa penting dalam kehidupan Sang Buddha. Ketiga peristiwa tersebut adalah kelahiran, pencapaian pencerahan sempurna (Buddhahood), dan wafatnya Sang Buddha.

Ketiga peristiwa ini menjadi tonggak penting dalam ajaran Buddha dan menjadi landasan bagi perjalanan spiritual umat Buddha. Peringatan Waisak menjadi momen untuk mengenang dan merenungkan ajaran-ajaran Sang Buddha serta mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Harmoni dan Kesatuan Umat dalam Perayaan Waisak

Suasana harmonis dan penuh kesatuan terpancar dari seluruh peserta kirab. Mereka berjalan bersama, saling mendukung dan berbagi semangat dalam perjalanan spiritual ini. Kirab ini juga menjadi simbol persatuan dan kebersamaan umat Buddha.

Perjalanan yang panjang dan melelahkan terasa terobati oleh semangat kebersamaan dan keikhlasan. Suasana khidmat dan penuh makna spiritual ini menjadi penguat bagi setiap langkah kaki para peserta kirab. Mereka melangkah dengan tekad untuk lebih memahami ajaran Buddha dan mengamalkannya dalam kehidupan.

Perayaan Waisak tahun ini di Magelang menjadi bukti nyata bagaimana perayaan keagamaan dapat menyatukan umat dan menghadirkan kedamaian batin. Semoga nilai-nilai luhur yang terkandung dalam perayaan Waisak dapat terus menginspirasi dan membawa kebaikan bagi seluruh umat manusia. Suasana khidmat dan penuh kebersamaan ini menjadi kenangan indah dan penguat semangat bagi setiap peserta yang terlibat.

Also Read

Tags

Leave a Comment