Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan Ketua Cyber Army, MAM, sebagai tersangka kasus perintangan penyidikan sejumlah kasus korupsi. MAM diduga menerima bayaran ratusan juta rupiah untuk melakukan aksinya.
Tersangka MAM diduga aktif merintangi penyidikan kasus korupsi minyak goreng, tata kelola timah, dan impor gula. Salah satu tersangka yang kasusnya dirintangi adalah Tom Lembong.
Uang Suap Ratusan Juta Rupiah
Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Abdul Qohar, mengungkapkan MAM menerima uang sebesar Rp 697.500.000 dari tersangka Marcella Santoso (MS) melalui staf keuangan kantor hukum AALF, Indah Kusumawati.
Pemberian uang dilakukan dua kali. Pada pemberian kedua, MAM menerima Rp 167 juta, sehingga total uang yang diterimanya mencapai Rp 864.500.000.
Peran MAM dalam Membentuk Tim Buzzer
MAM membentuk tim buzzer untuk menyebarkan konten negatif terkait Kejagung melalui media sosial seperti TikTok, Instagram, dan Twitter.
Konten-konten tersebut bertujuan untuk mendiskreditkan Kejagung dan penanganan kasus korupsi yang sedang diusut.
Konten Negatif yang Disebarluaskan
Konten yang dibuat oleh tim MAM antara lain berupa video dan narasi yang menuding metodologi penghitungan kerugian negara oleh ahli sebagai tidak benar dan menyesatkan.
Narasi tersebut juga ditujukan untuk merugikan hak para tersangka atau terdakwa dalam kasus korupsi yang sedang diproses.
Perusakan Barang Bukti
MAM juga diduga merusak dan menghilangkan barang bukti berupa handphone yang berisi percakapan dengan MS dan Junaedi Saibi (JS) terkait konten negatif.
Tim MAM juga mengerahkan sekitar 150 buzzer untuk menyebarkan komentar negatif di media sosial.
Tuduhan Perintangan Penyidikan Kasus Korupsi
Kejagung menuding MAM dan timnya berupaya mencegah atau menggagalkan penanganan perkara tindak pidana korupsi minyak goreng, tata niaga komoditas timah, dan impor gula.
Upaya perintangan tersebut diduga terjadi di tingkat penyidikan, penuntutan, dan persidangan.
Kasus ini menunjukkan upaya sistematis untuk menghambat proses hukum dalam kasus-kasus korupsi besar. Penetapan MAM sebagai tersangka menjadi langkah penting dalam mengungkap jaringan yang terlibat dan memastikan keadilan ditegakkan. Penyelidikan lebih lanjut diharapkan dapat mengungkap aktor-aktor lain yang terlibat dalam skandal ini dan memberikan efek jera bagi pihak-pihak yang berupaya menghalangi penegakan hukum.





