Penyanyi pop Justin Bieber baru-baru ini memberikan pernyataan resmi terkait kasus hukum yang melibatkan Sean “Diddy” Combs. Melalui perwakilannya, Bieber menegaskan ia bukanlah korban dari produser musik dan pengusaha tersebut. Pernyataan ini muncul di tengah persidangan Diddy atas tuduhan perdagangan seks. Kasus ini telah menarik perhatian publik luas, dan pernyataan Bieber memberikan perspektif baru pada situasi yang kompleks ini.
Pernyataan Bieber menekankan pentingnya fokus pada korban yang sebenarnya menderita akibat tindakan Diddy. Pihaknya menyampaikan keprihatinan bahwa mengalihkan perhatian dari para korban justru akan menghambat upaya untuk mencapai keadilan. Pernyataan ini menyiratkan bahwa meskipun Bieber tidak terlibat secara langsung, ia tetap peduli dengan dampak dari tuduhan yang diajukan terhadap Diddy.
Bieber Bukan Korban, Fokus Tetap Pada Keadilan Bagi Korban Sejati
Sebelumnya, TMZ telah melaporkan bahwa Bieber tidak termasuk dalam daftar korban yang disebut dalam kasus Diddy. Pernyataan resmi dari perwakilan Bieber kini mengukuhkan laporan tersebut. Namun, pernyataan ini tidak hanya sekadar klarifikasi, tetapi juga sebuah seruan untuk tetap memfokuskan perhatian pada keadilan bagi mereka yang menjadi korban.
Pernyataan ini juga memberikan konteks penting pada spekulasi yang beredar sebelumnya. Rumor keterlibatan Bieber muncul setelah beredarnya video lama yang menunjukkan kedekatannya dengan Diddy. Video tersebut, menurut beberapa penggemar, menunjukkan interaksi yang “mengganggu.”
Spekulasi Mengenai Kedekatan Bieber dan Diddy
Salah satu video yang viral memperlihatkan Diddy yang berbicara tentang menghabiskan waktu 48 jam bersama Bieber, yang saat itu masih berusia 15 tahun. Diddy terlihat mengatakan bahwa kegiatan mereka selama waktu tersebut tidak dapat diungkapkan secara publik. Namun, ia juga menyebut bahwa Bieber berada dalam “pengasuhannya” selama dua hari, meski secara hukum tidak memiliki hak wali atas Bieber.
Pernyataan Diddy ini memicu berbagai pertanyaan dari publik, terutama setelah penangkapannya pada September 2024 atas tuduhan perdagangan seks. Kedekatan yang tergambar dalam video tersebut semakin memperkuat spekulasi mengenai keterlibatan Bieber dalam kasus ini.
Klarifikasi dari Pihak Bieber dan Keluarga
Sumber dekat Bieber kepada People menjelaskan bahwa pada saat Diddy ditangkap, Bieber memilih untuk fokus pada keluarganya, yaitu istri tercintanya, Hailey Bieber, dan anak mereka, Jack Blues. Hal ini menunjukkan prioritas Bieber pada masa-masa yang sulit dan sensitif ini. Fokus pada keluarga menjadi pilihan yang wajar, mempertimbangkan situasi rumit yang tengah terjadi.
Persidangan Diddy dan Bantahan Terhadap Tuduhan
Diddy menghadapi tuduhan pelecehan seksual dan pemerkosaan dari mantan kekasihnya, Cassandra “Cassie” Ventura, dan beberapa orang lainnya. Persidangan kasus ini telah dimulai pada 5 Mei 2025. Diddy sendiri membantah semua tuduhan tersebut melalui kuasa hukumnya.
Tim pengacara Diddy dengan tegas menyatakan bahwa klien mereka tidak pernah melakukan pelecehan seksual atau perdagangan manusia terhadap siapa pun, baik pria maupun wanita, dewasa atau anak-anak. Mereka menekankan bahwa jumlah gugatan yang diajukan, termasuk yang anonim, tidak akan mengubah fakta tersebut.
Pernyataan dari berbagai pihak yang terlibat dalam kasus ini – dari Bieber dan tim hukumnya hingga pihak Diddy – menunjukkan kompleksitas situasi ini. Penting untuk menunggu hasil persidangan sebelum membuat kesimpulan definitif. Namun, pernyataan Bieber yang menekankan pentingnya fokus pada korban sejati dan mengesampingkan spekulasi yang tidak berdasar patut diapresiasi. Semoga keadilan ditegakkan dan para korban mendapatkan perlindungan serta dukungan yang mereka butuhkan.




