Hari Waisak, yang jatuh pada bulan purnama bulan Waisak, merupakan hari raya penting bagi umat Buddha di seluruh Indonesia. Peringatan ini amat khidmat karena memperingati tiga peristiwa utama dalam kehidupan Sang Buddha: kelahiran, pencerahan, dan wafatnya. Waisak bukan hanya sekadar tradisi tahunan, tetapi juga momen refleksi spiritual yang mendalam. Pemerintah Indonesia menetapkan Hari Waisak sebagai hari libur nasional, memberikan kesempatan kepada umat Buddha untuk beribadah dan berkumpul bersama keluarga.
Liburan Waisak kerap dimanfaatkan untuk berwisata ke tempat-tempat suci yang sarat makna spiritual. Berikut enam rekomendasi destinasi wisata yang dapat dikunjungi selama libur Waisak.
Candi Borobudur: Keagungan Spiritual di Jawa Tengah
Candi Borobudur, terletak di Magelang, Jawa Tengah, merupakan candi Buddha terbesar dan terindah di dunia. Ribuan umat Buddha berkumpul di sini untuk berdoa dan bermeditasi. Suasana damai dan khidmat yang dipancarkan candi ini sangat cocok untuk refleksi diri.
Keindahan Borobudur semakin lengkap dengan latar belakang pegunungan hijau yang menawan. Perayaan Waisak di malam hari, dengan lampion-lampion yang diterbangkan, menciptakan pemandangan yang tak terlupakan.
Candi Mendut: Titik Awal Kirab Waisak
Candi Mendut, juga di Magelang, Jawa Tengah, merupakan lokasi awal kirab Waisak menuju Candi Borobudur. Di sinilah umat Buddha berkumpul untuk mempersiapkan diri sebelum melanjutkan perjalanan suci tersebut.
Prosesinya sangat sakral, dengan umat Buddha membawa Api Dharma dan Air Berkah. Arsitektur kuno Candi Mendut menciptakan suasana tenang dan damai, ideal untuk merenung dan berdoa.
Maha Vihara Mojopahit: Patung Buddha Tidur Terbesar
Maha Vihara Mojopahit di Mojokerto, Jawa Timur, terkenal dengan Patung Buddha Tidur terbesar ketiga di Asia Tenggara. Selain sebagai tempat ibadah, vihara ini menawarkan pengalaman budaya yang kaya.
Pengunjung dapat menikmati arsitektur vihara yang megah dan mengikuti berbagai kegiatan spiritual. Suasana yang tenang dan damai menjadikan Maha Vihara Mojopahit destinasi favorit saat Waisak.
Klenteng Kwan Sing Bio: Perpaduan Harmonis Tiga Agama
Klenteng Kwan Sing Bio di Tuban, Jawa Timur, mencuri perhatian dengan patung Dewa Kwan Sing Tee Koen setinggi 30 meter, tertinggi di Asia Tenggara. Klenteng ini unik karena menjadi tempat ibadah bagi umat Tri Dharma: Konghucu, Buddha, dan Tao.
Suasana di Klenteng Kwan Sing Bio sangat khas, dengan beragam ritual dan tradisi yang dijalankan. Pengunjung dapat merasakan kedamaian dan kehangatan kebersamaan umat yang berdoa.
Pagoda Pulau Kemaro: Pesona Spiritual di Tengah Danau
Pagoda Pulau Kemaro di Palembang, Sumatera Selatan, menawarkan keunikan tersendiri karena terletak di tengah danau. Pagoda ini sarat dengan legenda dan nilai spiritual.
Suasana tenang dan pemandangan alamnya yang indah sangat cocok untuk meditasi dan refleksi. Pagoda ini juga menjadi tempat populer untuk merayakan Waisak.
Brahma Vihara Arama: Kedamaian di Bali
Brahma Vihara Arama di Bali merupakan destinasi populer lainnya untuk perayaan Waisak. Keindahan alam Bali yang menenangkan dan suasana spiritual yang damai sangat memikat.
Bangunan vihara yang indah dan terawat dengan baik menambah daya tariknya. Pengunjung dapat menikmati pemandangan yang indah sekaligus merasakan kedamaian yang mendalam.
Selain enam destinasi di atas, masih banyak lagi tempat menarik lainnya untuk dikunjungi selama liburan Waisak. Vihara Buddhagaya Watugong di Semarang, Candi Muaro Jambi, dan Taman Alam Lumbini di Karo juga layak dipertimbangkan. Penting untuk selalu memeriksa informasi terbaru mengenai jadwal dan ketersediaan tempat wisata sebelum melakukan perjalanan. Semoga liburan Waisak Anda menjadi pengalaman yang bermakna dan tak terlupakan.





