Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah resmi membuka lima taman kota yang beroperasi selama 24 jam. Langkah ini merupakan komitmen Pemprov DKI untuk menyediakan lebih banyak ruang terbuka hijau dan menciptakan ruang publik yang inklusif bagi seluruh warga Jakarta.
Namun, operasional 24 jam ini juga memerlukan strategi antisipasi penyalahgunaan. Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta, M Fajar Sauri, menjelaskan berbagai upaya yang dilakukan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan di taman-taman tersebut.
Peningkatan Keamanan dan Fasilitas di Taman Kota
Untuk mencegah penyalahgunaan, Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta akan meningkatkan sistem keamanan di lima taman yang beroperasi 24 jam. Langkah ini termasuk penambahan kamera CCTV dan lampu penerangan, baik lampu fungsional maupun lampu dekoratif.
Selain itu, pihaknya juga berencana menambah fasilitas pendukung bagi pengunjung, seperti toilet, mushola, dan ruang serbaguna. Hal ini bertujuan untuk memberikan kenyamanan dan ruang interaksi bagi warga yang memanfaatkan taman.
Perizinan penggunaan taman untuk kegiatan warga dan komunitas juga akan dipermudah melalui aplikasi yang tersedia di situs web Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta.
Peningkatan Layanan dan Pengawasan
Durasi operasional air mancur di taman-taman tersebut akan diperpanjang. Petugas perawatan taman juga akan dibagi menjadi tiga shift untuk memastikan perawatan dan pengawasan yang optimal selama 24 jam.
Pemerintah DKI Jakarta juga akan berkolaborasi dengan berbagai komunitas dan pemangku kepentingan untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan di taman-taman tersebut. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan aktivitas positif dan mengurangi potensi penyalahgunaan.
Taman-Taman yang Beroperasi 24 Jam dan Sistem Pengawasan
Lima taman kota yang resmi beroperasi 24 jam adalah Taman Menteng dan Taman Lapangan Banteng di Jakarta Pusat, serta Taman Langsat, Taman Ayodya, dan Taman Literasi Martha Christina Tiahahu di Jakarta Selatan.
Pengawasan di taman-taman tersebut akan dilakukan secara terintegrasi melalui petugas keamanan, petugas kebersihan, dan pemantauan CCTV secara *real-time*. Sistem CCTV yang canggih memungkinkan petugas untuk melakukan *zoom* dan memberikan peringatan dini jika terjadi aktivitas yang tidak pantas.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menekankan pentingnya pengawasan yang ketat untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pengguna taman. Beliau telah memberikan instruksi agar keamanan di taman-taman tersebut dijaga dengan baik.
Dengan berbagai upaya yang dilakukan, diharapkan operasional 24 jam taman-taman kota ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat Jakarta. Keberhasilan program ini bergantung pada kerjasama antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak terkait dalam menjaga dan memanfaatkan ruang publik yang telah disediakan.





