Ledakan amunisi afkir di Garut, Jawa Barat, pada Senin, 12 Mei 2025, telah menewaskan 13 orang, termasuk empat prajurit TNI. Peristiwa tragis ini telah menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban. Namun, di tengah kesedihan, TNI Angkatan Darat (TNI AD) memberikan tawaran yang mengharukan kepada keluarga korban.
Sebagai bentuk empati dan penghargaan atas pengorbanan para korban, TNI AD membuka peluang bagi putra-putri korban untuk bergabung menjadi prajurit.
Kesempatan Berkarir di TNI AD Bagi Keluarga Korban
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), Brigjen TNI Wahyu Yudhayana, menyampaikan bahwa pimpinan TNI AD telah menginstruksikan Pangdam III Siliwangi untuk menyampaikan kesempatan ini kepada keluarga korban.
TNI AD berkomitmen untuk memberikan pendampingan penuh agar proses pendaftaran dan penerimaan berjalan lancar. Jajaran Kodim 0611 Garut siap membantu dan membimbing keluarga yang berminat.
Hak-Hak Korban Akan Diselesaikan
Selain kesempatan berkarir, TNI AD juga memastikan seluruh hak-hak para korban, khususnya prajurit TNI yang gugur, akan diberikan kepada keluarga mereka.
Pusat Peralatan Angkatan Darat, sebagai induk satuan para almarhum, sedang memproses dan menyelesaikan hal tersebut. Proses ini akan dilakukan secara tuntas agar seluruh hak-hak almarhum dapat segera sampai ke keluarga.
Daftar Korban Ledakan Amunisi di Garut
Ledakan yang terjadi sekitar pukul 09.30 WIB di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Garut tersebut menyebabkan jatuhnya 13 korban jiwa. Empat di antaranya adalah prajurit TNI.
Berikut daftar nama para korban:
- Kolonel Cpl Antonius Hermawan
- Mayor Cpl Anda Rohanda
- Agus bin Kasmin
- Ipan bin Obur
- Iyus Ibing bin Inon
- Anwar bin Inon
- Iyus Rizal bin Saepuloh
- Toto
- Dadang
- Rustiawan
- Endang
- Kopda Eri Dwi Priambodo
- Pratu Aprio Setiawan
Tindakan TNI AD ini menunjukkan kepedulian dan komitmen yang tinggi terhadap para korban dan keluarganya. Selain memberikan bantuan materiil berupa hak-hak yang telah menjadi kewajiban institusi, TNI AD juga memberikan kesempatan berharga bagi generasi penerus para korban untuk melanjutkan pengabdian bagi negara.
Semoga langkah ini dapat meringankan beban duka dan memberikan harapan baru bagi keluarga yang ditinggalkan. Kejadian ini juga menjadi pengingat pentingnya keselamatan dan prosedur yang ketat dalam penanganan amunisi.





