Ketegangan antara Pakistan dan India kembali meningkat. Pada Sabtu, 3 Mei 2025, militer Pakistan melakukan latihan peluncuran rudal darat-ke-darat jenis Abdali. Hal ini terjadi di tengah meningkatnya perselisihan antara kedua negara tetangga yang sama-sama memiliki senjata nuklir tersebut.
Insiden serangan terhadap wisatawan di wilayah Kashmir yang dikelola India pada bulan April lalu menjadi pemicu utama peningkatan tensi. India menuding Pakistan mendukung serangan tersebut, mengakibatkan peningkatan retorika dan ancaman dari kedua belah pihak.
Latihan Peluncuran Rudal Abdali: Uji Coba Kemampuan Militer Pakistan
Militer Pakistan mengumumkan keberhasilan latihan peluncuran rudal Abdali. Rudal dengan jangkauan 450 kilometer ini diklaim telah sukses diluncurkan dan memenuhi parameter teknis yang diharapkan.
Latihan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan operasional pasukan dan memvalidasi kemampuan teknis rudal, termasuk sistem navigasi canggih dan fitur manuver yang ditingkatkan. Tujuannya jelas: menunjukkan kekuatan militer Pakistan di tengah ketegangan dengan India.
Respons India dan Eskalasi Ketegangan di Kashmir
Serangan di Pahalgam, Kashmir, pada 22 April lalu yang menewaskan 26 orang, memicu reaksi keras dari Perdana Menteri India Narendra Modi. Ia memberikan “kebebasan operasional penuh” kepada militernya untuk merespons.
Modi juga berjanji untuk mengejar siapa pun yang mendukung serangan tersebut sampai ke ujung bumi. Pernyataan keras ini memperkuat persepsi akan adanya ancaman nyata dari India terhadap Pakistan.
Pakistan sendiri membantah keterlibatannya dalam serangan tersebut. Namun, pernyataan keras dari India dan peningkatan aktivitas militer di perbatasan membuat Pakistan merasa perlu menunjukkan kesiapannya.
Kewaspadaan Tinggi dan Ancaman Serangan Udara
Jenderal Syed Asim Munir, Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan, memimpin rapat dengan para komandan tinggi. Pertemuan ini membahas kebuntuan antara Pakistan dan India.
Munir menekankan pentingnya kewaspadaan dan kesiapan proaktif di semua lini. Pernyataan ini muncul setelah peringatan akan potensi serangan udara dari India.
Sejak serangan di Pahalgam, pertempuran sengit terjadi selama sembilan malam berturut-turut di sepanjang Garis Kontrol. Ini menunjukkan betapa rapuhnya perdamaian di wilayah yang disengketakan tersebut.
Kashmir, wilayah yang mayoritas penduduknya Muslim dan diklaim oleh kedua negara, terus menjadi sumber konflik utama antara Pakistan dan India. Sejarah panjang perselisihan dan ketegangan di wilayah ini terus mengancam perdamaian regional.
Ketegangan saat ini antara Pakistan dan India mengingatkan kembali akan betapa rawannya situasi di wilayah tersebut. Latihan militer dan pernyataan-pernyataan keras dari kedua pihak meningkatkan risiko eskalasi yang berpotensi memicu konflik berskala besar. Peran diplomasi dan upaya penjagaan perdamaian internasional sangat krusial untuk mencegah terjadinya hal tersebut.





