Imelda: Pebulu Tangkis Muda, Prioritaskan Sponsor atau Gelar?

Redaksi

Legenda bulu tangkis Indonesia, Imelda Wigoena, menyoroti pergeseran paradigma di kalangan atlet muda saat ini. Ia prihatin melihat prioritas mereka yang lebih tertuju pada peringkat demi sponsor, bukannya mengejar prestasi puncak berupa gelar juara.

Perubahan ini, menurut Imelda, mengancam semangat juang dan mentalitas juara yang selama ini menjadi ciri khas atlet Indonesia. Kekhawatiran ini dilontarkannya berdasarkan pengalamannya sebagai juara dunia dan peraih medali emas Asian Games.

Mental Juara Tergeser Prioritas Sponsor?

Imelda, yang meraih gelar juara dunia tahun 1980 bersama Christian Hadinata, mengungkapkan perbedaan mendasar antara era kejayaannya dengan kondisi saat ini. Di masa lalu, gelar juara merupakan satu-satunya tujuan utama.

Tidak ada insentif yang berarti bagi atlet yang gagal meraih juara, bahkan menjadi finalis pun tidak cukup membanggakan. Motivasi untuk menang sangat tinggi karena prestasi merupakan segalanya.

Berbeda dengan sekarang, sistem sponsor yang relatif merata untuk peringkat 1 hingga 10 membuat atlet merasa aman meski hanya mencapai babak semifinal. Hal ini, menurut Imelda, mengurangi semangat untuk berjuang meraih posisi puncak.

Ia menyarankan agar pemberian apresiasi lebih besar diberikan kepada atlet yang meraih peringkat lebih tinggi, terutama peringkat 1 hingga 4. Dengan demikian, atlet akan termotivasi untuk berjuang maksimal demi prestasi terbaik.

Peran Klub dan Pelatnas yang Harus Dioptimalkan

Imelda juga menekankan pentingnya peran klub dalam membangun dasar kemampuan atlet sebelum mereka masuk Pelatnas (Pemusatan Pelatihan Nasional).

Ia berpendapat Pelatnas seharusnya berfokus pada pengembangan strategi dan taktik, bukan lagi membangun kemampuan dasar atlet dari awal. Ini berarti klub harus meningkatkan kualitas pembinaan atlet agar Pelatnas lebih efisien.

Transfer ilmu dan teknologi dari Pelatnas ke klub juga perlu ditingkatkan untuk pemerataan kualitas pembinaan dan keberlangsungan prestasi. Dengan demikian, pembinaan atlet akan lebih terstruktur dan berkesinambungan.

Dukungan Pemerintah dan Akurasi Data Atlet

Imelda menyayangkan kurangnya dukungan nyata pemerintah terhadap pembinaan olahraga, termasuk bulu tangkis. Ia menilai, anggaran yang dialokasikan untuk Olimpiade sangat besar, namun dukungan untuk PBSI (Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia) belum maksimal.

Peningkatan dukungan pemerintah sangat penting agar pembinaan atlet dapat dilakukan secara optimal dan berkelanjutan. Dukungan ini harus mencakup seluruh aspek, mulai dari pelatihan hingga fasilitas.

Di sisi lain, Imelda mengapresiasi upaya menghidupkan kembali program pencarian bakat dan pentingnya akurasi data usia atlet untuk mencegah manipulasi usia. Hal ini penting untuk menjaga sportifitas dan memberikan kesempatan yang adil bagi atlet muda berbakat.

Kejujuran data usia atlet sangat penting untuk mencegah atlet muda yang berbakat harus kalah karena lawan mereka yang curang dengan memanipulasi usia.

Sebagai penutup, Imelda berharap adanya pembenahan menyeluruh dalam sistem pembinaan atlet bulu tangkis Indonesia. Tidak hanya fokus pada peringkat dan sponsor, tetapi juga membentuk mental juara dan semangat patriotisme yang kuat di kalangan atlet muda. Dengan demikian, Indonesia akan kembali berjaya di kancah bulu tangkis internasional.

Also Read

Tags

Leave a Comment