Ilmuwan Iklim AS Dipecat Massal: Ancaman Global?

Redaksi

Ilmuwan Iklim AS Dipecat Massal: Ancaman Global?
Sumber: Detik.com

Pemerintahan Donald Trump memicu kekhawatiran global setelah secara mengejutkan memecat hampir 400 ilmuwan dan pakar dari proyek National Climate Assessment (NCA6). Langkah ini menimbulkan keprihatinan besar atas masa depan penelitian iklim di Amerika Serikat dan dampaknya terhadap upaya global dalam mengatasi perubahan iklim.

Rachel Cleetus, Direktur Kebijakan Senior di Union of Concerned Scientists, menggambarkan pemecatan ini sebagai tindakan sembrono yang merusak laporan iklim paling komprehensif di AS. Keputusan ini dinilai mengancam kredibilitas data ilmiah dan berpotensi menggantikannya dengan informasi yang tidak akurat.

Pemangkasan Anggaran dan Pembersihan Institusi Sains Iklim AS

Pemberhentian massal ilmuwan dari NCA6 merupakan puncak dari serangkaian tindakan yang mengikis institusi sains iklim AS. Sebelumnya, Gedung Putih telah membekukan pendanaan dan memecat staf program riset iklim federal US Global Change Research Program (USGCRP).

Dampaknya, masa depan NCA6, yang dijadwalkan terbit pada awal 2028, kini tidak pasti. Ada kekhawatiran laporan tersebut akan digantikan oleh informasi yang mendukung kepentingan politik tertentu, bukan data ilmiah yang objektif.

Pembersihan serupa juga terjadi di lembaga-lembaga penting lainnya. Ratusan karyawan di National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) dipecat. Bahkan, istilah “perubahan iklim” dihapus dari beberapa situs pemerintah.

Dampak Internasional yang Signifikan

Keputusan ini bukan hanya berdampak pada AS, tetapi juga berdampak global. Florence Rabier dari European Centre for Medium-Range Weather Forecasts mencatat penurunan 10% data balon cuaca dari wilayah AS.

Data ini krusial untuk prediksi cuaca akurat di seluruh dunia karena cuaca tidak mengenal batas negara. Laporan NCA, meskipun berfokus pada AS, digunakan secara luas oleh negara lain, termasuk negara-negara kepulauan kecil dan wilayah pesisir yang rentan terhadap kenaikan permukaan laut.

Profesor Walter Robinson dari NC State University menekankan pentingnya temuan NCA6 bagi dunia karena cakupan geografis dan keragaman iklim AS yang luas. Hal ini menjelaskan mengapa komunitas ilmiah internasional ikut bersuara.

Respon Global dan Pergeseran Pusat Riset Iklim

Sebagai bentuk perlawanan, sejumlah organisasi ilmiah seperti Serikat Geofisika Amerika dan Masyarakat Meteorologi Amerika berkomitmen menerbitkan jurnal ilmiah terkait iklim untuk memastikan keberlanjutan riset independen.

Namun, dampak negatif tetap terasa. Paolo Artaxo dari Universitas São Paulo, Brasil, menyatakan bahwa keputusan ini mengganggu kolaborasi ilmiah antara AS dan negara-negara lain.

Chennupati Jagadish dari Akademi Sains Australia melihat ini sebagai sinyal yang merusak kerja sama global, mengakibatkan banyak ilmuwan AS mencari tempat baru untuk berkarya, seperti Australia.

Usulan pemangkasan besar-besaran anggaran sains federal AS untuk 2026 akan mempercepat pergeseran pusat gravitasi riset iklim dari AS ke negara-negara lain seperti Uni Eropa, Cina, dan negara-negara OECD.

Eropa tengah mempersiapkan diri untuk mengisi kekosongan ini dengan menawarkan insentif keuangan bagi para ilmuwan, meski masih menghadapi tantangan dalam hal fragmentasi anggaran riset iklim.

Meskipun optimisme tetap ada di kalangan ilmuwan, pengganti mesin inovasi ilmiah sekelas AS tidak akan mudah dan instan. Kehilangan akses ke data dan sumber daya AS merupakan pukulan besar bagi upaya global dalam mengatasi perubahan iklim, mengingatkan kita akan pentingnya kolaborasi internasional dan pendanaan yang memadai dalam penelitian ilmiah.

Also Read

Tags

Leave a Comment