Heboh! Sound System Pantai Pasuruan Ilegal Viral di Google

Redaksi

Heboh! Sound System Pantai Pasuruan Ilegal Viral di Google
Sumber: Detik.com

Kehebohan “battle sound horeg” di perairan Pasuruan, Jawa Timur, baru-baru ini menjadi viral. Peristiwa ini melibatkan sejumlah kapal yang saling beradu suara keras menggunakan sound system berukuran besar di area pesisir. Aksi tersebut ternyata dilakukan tanpa izin dari pihak kepolisian.

Fenomena ini menimbulkan kekhawatiran luas, bahkan menarik perhatian lembaga penelitian kelautan internasional. National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) telah memperingatkan bahwa suara bising dapat mengganggu komunikasi hewan laut seperti paus dan lumba-lumba.

Lokasi dan Waktu Kejadian

Lokasi persis “battle sound horeg” berada di perairan Pasuruan, tepatnya di Desa Wates, Kecamatan Nguling, dan Desa Semedusari, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan.

Aipda Laswanto, Kasubnit Lidik Polairud Pasuruan, mengkonfirmasi kejadian tersebut terjadi selama perayaan Lebaran Ketupat. Tradisi Lebaran ketujuh setelah Idul Fitri ini memang sering diramaikan berbagai kegiatan adat.

Klarifikasi Pihak Kepolisian

Aipda Laswanto meluruskan informasi yang beredar bahwa acara tersebut berlangsung di tengah laut. Ia menjelaskan bahwa kegiatan hanya dilakukan di sepanjang garis pantai.

Ukuran dan berat sound system yang digunakan membuat kapal yang dirakit tidak mampu berlayar jauh ke tengah laut. Hal ini untuk menghindari potensi kecelakaan laut.

Meskipun mendapat dukungan dari pemerintah desa setempat dan diinisiasi warga secara swadaya, kegiatan ini tetap ilegal karena dilakukan tanpa izin kepolisian.

Pihak kepolisian memastikan bahwa setelah Lebaran Ketupat, tidak ada lagi aktivitas serupa yang terdeteksi.

Dampak Lingkungan dan Potensi Bahaya

Suara bising dari “battle sound horeg” berpotensi mengganggu ekosistem laut.

Studi NOAA menunjukkan dampak negatif suara keras terhadap komunikasi hewan laut seperti paus dan lumba-lumba, yang bergantung pada suara untuk navigasi dan mencari makan.

Selain itu, aktivitas ini juga berisiko menyebabkan kerusakan lingkungan dan mengganggu kehidupan masyarakat sekitar.

Penggunaan sound system berdaya tinggi di perairan pantai juga menimbulkan bahaya bagi keselamatan pelayaran, baik bagi kapal yang terlibat maupun nelayan.

Potensi kerusakan alat tangkap ikan dan kerusakan lingkungan akibat getaran suara juga menjadi pertimbangan penting.

Kejadian “battle sound horeg” di Pasuruan menyoroti perlunya pengawasan dan regulasi yang lebih ketat terhadap aktivitas yang berpotensi mengganggu lingkungan dan keselamatan. Pentingnya edukasi masyarakat tentang dampak lingkungan dari kegiatan serupa juga perlu diperhatikan agar kejadian serupa tidak terulang. Koordinasi yang baik antara pemerintah desa, pihak kepolisian, dan masyarakat sangat penting untuk menciptakan keseimbangan antara pelestarian lingkungan dan kegiatan adat.

Also Read

Tags

Leave a Comment