Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, tengah berjuang keras memulihkan diri dari gangguan vertigo yang memaksanya absen dari sejumlah turnamen internasional. Setelah melewati masa sulit, Gregoria kini menunjukkan perkembangan positif dalam proses pemulihannya.
Dengan tekad kuat dan dukungan penuh dari PBSI, Gregoria menjalani serangkaian terapi dan pengobatan untuk mengembalikan performanya ke level terbaik. Kisah perjuangannya ini menginspirasi banyak orang dan menjadi bukti tekad pantang menyerah seorang atlet profesional.
Perjuangan Gregoria Mengatasi Vertigo
Vertigo yang diderita Gregoria sempat membuatnya benar-benar berhenti berlatih. Gangguan keseimbangan ini muncul saat ia menjalani sesi latihan intensif menjelang Kejuaraan Bulu Tangkis Asia (BAC) 2025.
Gerakan cepat dalam latihan, khususnya latihan agility dengan shuttlecock, memicu rasa pusing hebat yang membuatnya khawatir akan kambuh secara mendadak. Ketidakpastian akan pemicu vertigo ini menambah kesulitan dalam proses pemulihannya.
Pada masa puncak penyakitnya, Gregoria mengalami kondisi yang sangat berat. Ia harus berbaring selama lima hingga enam jam, disertai muntah-muntah yang tak kunjung berhenti meskipun telah mengonsumsi obat.
Terapi Akupuntur dan Dukungan PBSI
Untuk mengatasi vertigo dan meminimalisir risiko kekambuhan, Gregoria menjalani berbagai terapi. Akupuntur menjadi salah satu metode yang dijalani secara rutin.
Selain akupuntur, fisioterapi dan kontrol mingguan ke rumah sakit juga menjadi bagian penting dari program pemulihannya. Program latihan pun disesuaikan dengan kondisi kesehatannya yang terus dievaluasi.
PBSI memberikan dukungan penuh bagi Gregoria, baik secara fisik maupun mental. Seorang pendamping khusus ditugaskan untuk membantunya menjalani latihan keseimbangan secara bertahap dan terstruktur.
Pendamping tersebut tidak hanya membantu latihan keseimbangan sederhana, seperti berlatih bangun dari duduk atau berbaring. Ia juga berperan sebagai penghubung antara Gregoria dan pelatihnya untuk memonitor perkembangan kondisi kesehatan Gregoria.
Road to Comeback: Target Japan Open 2025
Akibat gangguan vertigo, Gregoria absen dari sejumlah turnamen bergengsi, termasuk Piala Sudirman 2025. Posisinya di Piala Sudirman digantikan oleh Ester Nurumi Tri Wardoyo.
Turnamen lain yang terpaksa dilewatkan adalah Thailand Open, Malaysia Masters, dan Singapore Open. Kini, ia juga absen di Indonesia Open 2025.
Meskipun menghadapi tantangan yang berat, Gregoria tetap optimis. Ia menargetkan untuk kembali berlaga di Japan Open 2025 yang akan diselenggarakan pada 15-20 Juli mendatang.
Proses pemulihan Gregoria menjadi bukti kegigihan dan dedikasi seorang atlet. Dengan dukungan tim dan terapi yang tepat, diharapkan Gregoria dapat segera pulih dan kembali bersinar di kancah bulu tangkis internasional.
Keberhasilan Gregoria melewati masa sulit ini juga menjadi inspirasi bagi atlet lain untuk tetap gigih berjuang, bahkan di tengah keterbatasan kondisi kesehatan. Semoga Gregoria segera kembali ke lapangan dan menorehkan prestasi gemilang.





