Festival Bangun Desa Bangun Indonesia yang digelar di Alun-alun Cikande, Serang, Jawa Barat, berhasil menyatukan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam satu wadah. Acara ini, yang juga merupakan bagian dari Gerakan Desa Peduli Sampah, mendapatkan apresiasi positif dari para peserta yang merasakan manfaatnya secara langsung.
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) selaku penyelenggara, berupaya memfasilitasi para pelaku usaha untuk mempromosikan produknya dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah.
UMKM Lokal Antusias Ikuti Festival
Salah satu peserta yang antusias adalah Arif, Founder Wastegood dari Desa Mongpok, Kecamatan Cikeusal. Wastegood merupakan UMKM yang berfokus pada pengolahan sampah plastik menjadi furnitur.
Arif mengungkapkan rasa senangnya atas kesempatan berpartisipasi dalam festival ini. Ia melihat festival ini sebagai peluang emas untuk meningkatkan visibilitas produknya di tingkat Kabupaten Serang bahkan lebih luas lagi.
Produk-produk Wastegood, seperti kursi dan meja dari daur ulang botol plastik, telah berhasil menembus pasar di berbagai kota besar di Indonesia, terutama Jakarta. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata potensi UMKM dalam mengolah sampah dan berkontribusi pada lingkungan.
BUMDes Berperan Aktif dalam Pameran Produk Lokal
Jefri, perwakilan dari BUMDes Sejahtera, turut hadir dalam festival ini atas undangan Pemerintah Kabupaten Serang. BUMDes Sejahtera memanfaatkan kesempatan ini untuk memperkenalkan produk-produk lokal unggulannya kepada masyarakat luas.
Partisipasi BUMDes dalam festival ini bertujuan untuk mempromosikan produk lokal dan mendukung perkembangan UMKM di Kabupaten Serang. Hal ini sejalan dengan tujuan utama festival untuk memberdayakan ekonomi desa.
Jefri berharap program serupa dapat berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak UMKM. Dukungan yang lebih besar dari pemerintah dinilai sangat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat desa.
Gerakan Desa Peduli Sampah: Kolaborasi untuk Lingkungan Bersih
Gerakan Desa Peduli Sampah merupakan inisiatif kolaboratif antara Kemendes PDTT, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah.
Festival Bangun Desa Bangun Indonesia menjadi salah satu bentuk nyata dari Gerakan Desa Peduli Sampah. Acara ini tidak hanya memberikan wadah bagi UMKM dan BUMDes untuk berkembang, tetapi juga menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Keberhasilan festival ini diharapkan dapat menginspirasi daerah lain untuk menerapkan program serupa. Kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat sangat krusial dalam mewujudkan Indonesia yang bersih dan berkelanjutan.
Partisipasi aktif dari UMKM dan BUMDes dalam festival ini menunjukkan besarnya potensi ekonomi desa yang dapat dikembangkan melalui inovasi dan kepedulian terhadap lingkungan. Harapannya, program ini akan terus berlanjut dan memberikan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia.





