Ribuan umat Buddha dan wisatawan dari berbagai penjuru Indonesia memadati Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, pada puncak perayaan Waisak 2569 BE/2025. Suasana khidmat dan meriah sekaligus terasa di kompleks candi bersejarah ini. Puncak perayaan ditandai dengan festival lampion yang memukau, menciptakan pemandangan langit malam yang tak terlupakan.
Suasana magis tercipta ketika ribuan lampion diterbangkan secara serentak, menciptakan lautan cahaya yang indah di atas Candi Borobudur. Momen ini melambangkan harapan, kedamaian, dan doa yang dipanjatkan umat Buddha.
Festival Lampion Waisak: Simbol Harapan dan Perdamaian
Festival lampion menjadi agenda paling dinantikan dalam perayaan Waisak tahun ini. Keindahannya menarik tidak hanya umat Buddha, tetapi juga wisatawan domestik dan mancanegara.
Peserta dan pengunjung berpartisipasi dengan antusias. Sejak sore, kawasan Candi Borobudur sudah dipenuhi oleh kerumunan yang ingin menyaksikan pelepasan lampion.
Suasana toleransi dan kebersamaan begitu terasa. Umat dari berbagai agama turut hadir, merayakan Waisak dengan damai dan penuh keakraban.
Antusiasme Publik yang Tinggi
Antusiasme masyarakat terhadap festival lampion sangat tinggi. Banyak yang datang dari luar kota, bahkan dari luar Jawa.
Jay, salah satu pengunjung dari Jakarta, mengaku terkesan dengan pengalaman pertamanya di acara ini. Ia menyebut perayaan Waisak di Borobudur sebagai momen yang tak terlupakan, menunjukkan nilai toleransi yang tinggi.
Senada dengan Jay, Livia dari Tangerang juga mengungkapkan kekagumannya. Ia berharap festival ini akan terus berlanjut di tahun-tahun mendatang.
Pengalaman Spiritual yang Mendalam
Festival lampion bukan sekadar pertunjukan visual. Acara ini juga sarat dengan makna spiritual yang mendalam.
Pelepasan lampion melambangkan pelepasan beban dan harapan untuk masa depan yang lebih baik. Hal ini sejalan dengan makna Waisak yang memperingati tiga peristiwa penting dalam kehidupan Buddha Gautama.
Proses meditasi yang dilakukan sebelum pelepasan lampion semakin menambah nilai spiritual acara ini.
Suksesnya Organisasi dan Manajemen Perayaan
Panitia nasional Hari Tri Suci Waisak bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk organisasi keagamaan Buddha, pemerintah daerah, dan pengelola Taman Wisata Candi Borobudur, untuk menyukseskan acara ini.
Lebih dari 2000 lampion disiapkan untuk festival tahun ini. Pengelola candi juga telah melakukan pengaturan jalur masuk dan keluar pengunjung demi keamanan dan kenyamanan.
Keberhasilan penyelenggaraan acara ini menunjukkan sinergi yang baik antar berbagai pihak dalam menciptakan perayaan Waisak yang meriah dan tertib.
Festival lampion Waisak di Borobudur telah berkembang menjadi ikon pariwisata religi Indonesia. Keindahannya mampu menarik perhatian wisatawan lokal maupun internasional. Acara ini tak hanya merayakan peristiwa sakral agama Buddha, tetapi juga mempromosikan keindahan budaya dan pariwisata Indonesia kepada dunia. Semoga perayaan ini terus berkembang dan menjadi salah satu acara unggulan Indonesia di mata dunia.





