Bullying Remaja Jakbar: KPAI Desak Orang Tua Waspada Sekarang

Redaksi

Tiga remaja di Tambora, Jakarta Barat, ditetapkan sebagai anak berhadapan dengan hukum (ABH) karena diduga melakukan perundungan terhadap teman mereka. Peristiwa ini menimbulkan keprihatinan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengingat kasus perundungan terhadap anak di bawah umur terus berulang.

Komisioner KPAI, Diyah Puspitarini, mengungkapkan kekhawatirannya bahwa perundungan menjadi cara anak-anak remaja menyelesaikan masalah. KPAI pun berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan korban mendapatkan perlindungan yang layak.

Tiga Remaja Pelaku Bullying Dititipkan di Rumah Aman

Ketiga remaja pelaku perundungan telah dititipkan polisi ke rumah aman. Diyah Puspitarini menyatakan setuju dengan langkah kepolisian tersebut.

Langkah ini dinilai tepat untuk rehabilitasi dan memberikan kondisi terbaik bagi anak-anak tersebut selama proses hukum berlangsung. KPAI mendorong agar proses rehabilitasi berjalan efektif.

Penyebab dan Pencegahan Bullying: Peran Keluarga, Media Sosial, dan Pendidikan

Diyah memaparkan beberapa faktor penyebab bullying, di antaranya pola pengasuhan di keluarga. Pengasuhan yang keras berpotensi menghasilkan anak yang terbiasa menggunakan kekerasan.

Faktor ekonomi dan sosial masyarakat tempat tinggal anak juga turut memengaruhi. Kondisi lingkungan sekitar anak dapat membentuk perilaku anak.

Pengaruh media sosial juga signifikan. Anak-anak sering meniru perilaku yang mereka lihat di media sosial, termasuk perundungan.

Sistem pendidikan juga berperan penting. Pendidikan yang tepat dapat mencegah bullying, sementara pendidikan yang kurang tepat bisa berdampak sebaliknya.

Faktor emosional dan kepribadian anak juga perlu dipertimbangkan. Anak dengan kepribadian tertentu mungkin lebih rentan melakukan atau menjadi korban bullying.

Langkah-langkah Pencegahan Bullying

Untuk mencegah bullying, Diyah menekankan pentingnya memberikan nilai dan contoh sosial yang baik kepada anak sejak dini. Anak yang tumbuh dalam lingkungan positif lebih mungkin memilih teman dan berperilaku yang tepat.

Menanamkan kepribadian yang baik juga sangat krusial. Kepribadian yang baik akan membentuk perilaku yang baik pula.

Orang tua dan masyarakat memiliki peran penting dalam mencegah bullying. Pengawasan terhadap aktivitas anak, serta intervensi dini jika melihat potensi bullying, sangat penting.

Kronologi Kasus Bullying di Tambora

Kasus perundungan di Tambora viral di media sosial. Video yang beredar menunjukkan tiga remaja perempuan melakukan perundungan terhadap seorang teman.

Dua remaja terlihat memukuli dan menghina korban. Korban tampak pasif dan tertunduk lesu saat mendapat perlakuan tersebut.

Setelah dilakukan gelar perkara, polisi menetapkan tiga remaja tersebut sebagai anak berhadapan dengan hukum (ABH). Wakasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKP Dimitri Mahendra, membenarkan penetapan tersebut.

Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap masalah perundungan di kalangan remaja. Upaya pencegahan dan perlindungan korban perlu ditingkatkan secara menyeluruh.

Pentingnya peran orang tua, sekolah, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi anak-anak agar terhindar dari perundungan, menjadi catatan penting dari kasus ini. Semoga kasus ini menjadi pembelajaran bagi kita semua.

Also Read

Tags

Leave a Comment