Peselancar Indonesia Bronson Meydi siap mengarungi babak penyisihan Liga Selancar Dunia (WSL) Challenger Series di Newcastle, Australia. Kejuaraan ini menandai awal petualangannya di kancah internasional, menjadi satu-satunya wakil Indonesia di ajang bergengsi tersebut. Bronson akan menghadapi persaingan ketat dari peselancar-peselancar ternama dunia. Kesempatan ini didapatkannya berkat prestasi gemilang sebagai juara dunia junior WSL 2024.
Keikutsertaan Bronson di Challenger Series merupakan lompatan besar dalam karirnya. Ia akan berjuang untuk meraih posisi terbaik dan mengamankan tiket promosi ke Championship Tour, tingkat tertinggi dalam dunia selancar profesional. Tantangan ini akan menguji kemampuan dan mentalitas Bronson dalam menghadapi kompetitor-kompetitor kelas dunia.
Bronson Meydi di Heat 12 Newcastle Surfest
Bronson Meydi akan memulai perjalanannya di Challenger Series pada babak 64 besar, Heat 12. Ia akan berhadapan dengan Ryan Callinan (Australia), Nolan Rapoza (Amerika Serikat), dan Frederico Morais (Portugal). Pertandingan ini dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 5 Juni 2025.
Pelatih kepala timnas surfing Indonesia, Arya Subyakto, menyatakan optimismenya terhadap kemampuan Bronson. Meskipun mengakui ketatnya persaingan, Arya menekankan pentingnya strategi dan pemilihan gelombang yang tepat bagi Bronson.
Tantangan Challenger Series dan Strategi Bronson
Challenger Series berbeda dengan Championship Tour (CT). Pada CT hanya ada 32 atlet terbaik, sedangkan Challenger Series diikuti oleh 96 atlet terbaik dari seluruh dunia, termasuk atlet-atlet CT yang tidak lolos mid-cut. Hal ini menunjukkan tingkat kesulitan yang lebih tinggi di Challenger Series.
Arya menambahkan bahwa Bronson memiliki skill yang mumpuni. Namun, keberuntungan juga berperan besar dalam olahraga selancar, karena kondisi ombak yang dinamis. Bronson perlu jeli dalam memilih gelombang yang tepat dan menerapkan strategi yang efektif.
Harapan dan Prospek Bronson Meydi
Bronson, atlet muda berbakat asal Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, berhasil meraih juara dunia junior WSL 2024. Prestasi ini memberinya bye ke babak kedua di WSL Newcastle dan peluang emas di Challenger Series. Ia memiliki potensi besar untuk mencapai prestasi yang lebih tinggi.
Terdapat tujuh ajang dalam Challenger Series musim 2025-2026. Lokasi-lokasi tersebut tersebar di berbagai negara, meliputi Afrika Selatan, Amerika Serikat, Portugal, Brasil, Hawaii, dan kembali ke Newcastle, Australia. Berbagai karakteristik ombak di lokasi-lokasi ini akan menjadi tantangan tersendiri bagi Bronson.
Arya menilai Bronson sebagai peselancar serba bisa (allrounder). Ia mampu beradaptasi dengan berbagai kondisi ombak, baik ombak besar maupun kecil. Hal ini menjadi keuntungan tersendiri bagi Bronson dalam menghadapi Challenger Series.
Jika Bronson berhasil masuk ke 10 besar Challenger Series, ia berhak promosi ke Championship Tour. Saat ini, hanya Rio Waida yang mewakili Indonesia di Championship Tour. Keberhasilan Bronson akan menjadi sejarah baru bagi selancar Indonesia. Dukungan dan doa dari seluruh rakyat Indonesia tentu akan menjadi motivasi tambahan bagi Bronson dalam menghadapi tantangan ini. Semoga Bronson dapat mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.





