Borobudur: Destinasi Ziarah Buddha Dunia, Upaya Menbud Pulihkan Kejayaan

Redaksi

Borobudur: Destinasi Ziarah Buddha Dunia, Upaya Menbud Pulihkan Kejayaan
Sumber: Liputan6.com

Candi Borobudur kembali menjadi pusat perayaan Waisak di Indonesia tahun ini. Perayaan tersebut menjadi momentum bagi Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) untuk mendorong Borobudur sebagai pusat spiritualitas dan kebudayaan dunia.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengungkapkan harapannya agar Candi Borobudur menjadi destinasi ziarah bagi umat Buddha global. Hal ini tidak hanya untuk melestarikan warisan budaya, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Upaya Mewujudkan Borobudur sebagai Destinasi Ziarah Dunia

Kemenbud berkomitmen untuk menjadikan Candi Borobudur sebagai pusat spiritual dan budaya dunia. Hal ini memerlukan kolaborasi pemerintah pusat dan daerah.

Kerja sama ini bertujuan menciptakan ekosistem yang berkelanjutan. Tujuannya agar sektor budaya memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.

Komitmen pemerintah ini sejalan dengan UU Pemajuan Kebudayaan No. 5/2017. Undang-undang tersebut menekankan pentingnya memajukan kebudayaan nasional dan melestarikan cagar budaya.

Perayaan Waisak 2569 BE di Borobudur

Ribuan umat Buddha merayakan detik-detik Waisak 2569 BE/2025 di Candi Borobudur. Perayaan ini ditandai dengan pemukulan gong pukul 23.55.29 WIB.

Detik-detik Waisak memperingati tiga peristiwa penting: kelahiran, pencapaian kebuddhaan, dan wafatnya Buddha Gautama. Doa dan parita suci dilantunkan para biksu dan umat.

Tema Waisak 2025 adalah “Tingkatkan Pengendalian Diri dan Kebijaksanaan Mewujudkan Perdamaian Dunia”. Tema ini relevan dengan kondisi dunia yang penuh konflik.

Selain detik-detik Waisak, umat juga menerima air berkah. Air berkah ini melambangkan kerendahan hati dan kesejukan spiritual.

Rangkaian Waisak ditutup dengan pradaksina di kompleks Candi Borobudur. Pradaksina adalah ritual berjalan mengelilingi candi secara suci.

Perayaan Waisak di Jakarta dan Ucapan Selamat dari Menag

Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno, mewakili Gubernur Pramono Anung menghadiri perayaan Waisak di Jakarta. Beliau menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh umat Buddha.

Rano Karno mengapresiasi penyelenggaraan Waisak di Jakarta. Menurutnya, hal ini menunjukkan Jakarta sebagai kota yang inklusif dan toleran.

Rano Karno berharap perayaan Waisak menjadi momen refleksi. Refleksi tersebut menekankan pentingnya kesadaran penuh, kebijaksanaan, dan kepedulian terhadap sesama.

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar juga menyampaikan ucapan selamat Waisak. Beliau menekankan nilai-nilai universal Waisak bagi semua umat beragama.

Menag mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Waisak sebagai momentum mempererat harmoni dan toleransi antarumat beragama. Hal ini sejalan dengan tema Waisak Nasional tahun ini.

Menag mengapresiasi berbagai kegiatan yang menyemarakkan Waisak. Kegiatan tersebut antara lain Thudong, bakti sosial, dan pelestarian lingkungan.

Perayaan Waisak di Candi Borobudur dan berbagai wilayah di Indonesia tahun 2025 menunjukkan pentingnya nilai-nilai kedamaian dan kebijaksanaan, serta komitmen pemerintah dalam melestarikan warisan budaya dan mempromosikan toleransi antaragama. Semoga Candi Borobudur dapat terus menjadi simbol persatuan dan tempat yang sakral bagi umat Buddha di seluruh dunia.

Also Read

Tags

Leave a Comment