Marco Bezzecchi, pebalap tim VR46, menunjukkan peningkatan signifikan dalam kepercayaan dirinya menjelang MotoGP Portugal di Sirkuit Algarve Portimao. Setelah penampilan kurang maksimal di MotoGP Qatar, Bezzecchi berhasil mengamankan tempat di Q2 kualifikasi Portugal berkat catatan waktu lap terbaik 1 menit 38,409 detik di sesi latihan bebas.
Posisi keenam di sesi latihan tersebut menandai kebangkitan Bezzecchi. Ia hanya tertinggal tiga persepuluh detik dari Enea Bastianini yang memimpin sesi tersebut. Pencapaian ini menjadi bukti adaptasi Bezzecchi terhadap motor Desmosedici GP23 yang terus membaik.
Di MotoGP Qatar, Bezzecchi hanya mampu finis di posisi ke-14. Namun, pengalaman tersebut tampaknya menjadi pembelajaran berharga. Kini, ia merasakan peningkatan performa yang signifikan di Portugal. Kepercayaan diri Bezzecchi semakin tumbuh berkat pengaturan baru pada motornya.
Kebangkitan Bezzecchi di Portugal
“Saya mulai melihat hasil dari perubahan gaya berkendara saya, dan saya menjadi lebih percaya diri berkat pengaturan baru,” ungkap Bezzecchi dalam keterangan resmi tim. Pernyataan ini menunjukkan betapa pentingnya adaptasi dan perubahan strategi dalam meningkatkan performa.
Bezzecchi mengakui bahwa dirinya belum mencapai performa sempurna. Namun, ia merasakan peningkatan signifikan, terutama dalam memasuki tikungan. “Motor lebih mudah diatur, terutama saat memasuki tikungan,” tambahnya. Ia pun optimis menatap babak kualifikasi dan balapan utama.
“Mari tetap fokus, pertarungan sesungguhnya akan terjadi pada Sabtu!” seru Bezzecchi, menunjukkan tekadnya untuk meraih hasil maksimal di MotoGP Portugal. Pernyataan ini menunjukkan semangat juang dan optimisme yang tinggi menjelang balapan.
Tantangan bagi Fabio Di Giannantonio
Rekan setim Bezzecchi, Fabio Di Giannantonio (Diggia), menghadapi tantangan yang berbeda. Ia hanya finis di posisi ke-12 pada sesi latihan bebas, tertinggal setengah detik dari pemimpin balapan. Kondisi ini memaksa Diggia turun ke Q1 kualifikasi.
Diggia mengalami kesulitan dalam memasuki tikungan, yang merupakan salah satu kekuatannya. “Saat memasuki tikungan, salah satu poin terkuat saya dalam berkendara, saya benar-benar kesulitan. Saya tidak punya pegangan di bagian belakang, motornya sepertinya tidak mengikuti (kontrol) saya, dan banyak tergelincir,” keluhnya.
Meskipun menghadapi kendala tersebut, Diggia tetap bertekad untuk menganalisis masalah dan menemukan solusi sebelum kualifikasi. Ia menyadari pentingnya persiapan yang matang untuk bisa bersaing di level tertinggi. “Saya tidak tahu persis apa masalahnya, kami perlu menganalisis data, dan menemukan kompromi yang baik untuk balapan mendatang,” katanya.
Penampilan Diggia di MotoGP Qatar sebelumnya cukup baik dengan finis di posisi ketujuh. Namun, di Portugal, ia menghadapi tantangan baru yang membutuhkan adaptasi cepat dan kemampuan analisa yang tajam. Ia perlu mengembalikan performanya agar bisa bersaing dengan pebalap lain.
Baik Bezzecchi maupun Diggia memiliki gaya berkendara yang unik dan kemampuan adaptasi yang tinggi di atas motor Desmosedici GP23. Perkembangan selanjutnya dari kedua pebalap VR46 ini akan sangat menarik untuk dinantikan di sepanjang musim MotoGP 2024.
Pertarungan di kelas MotoGP selalu ketat dan penuh kejutan. Kemampuan adaptasi dan analisa data akan menjadi kunci kesuksesan bagi setiap pebalap. Semoga Bezzecchi dan Diggia dapat menunjukkan performa terbaiknya di balapan utama MotoGP Portugal.




