Sebuah video yang menampilkan personel Brimob berjaga di Yogyakarta telah beredar luas di media sosial. Video tersebut dikaitkan dengan aksi massa yang mempertanyakan keabsahan ijazah Presiden Jokowi di Universitas Gadjah Mada (UGM). Klaim ini perlu diverifikasi kebenarannya. Pihak berwenang telah memberikan klarifikasi terkait hal ini.
Video Viral Personel Brimob di Yogyakarta: Hoaks atau Fakta?
Video yang diunggah akun X @Boediantar4 pada 18 April 2025, menampilkan sejumlah personel kepolisian di jalanan Yogyakarta. Thumbnail video diberi judul “Live Terkini! Ratusan Polisi Bersiaga di Jogja”. Narasi yang beredar mengklaim bahwa penempatan personel tersebut berkaitan dengan aksi Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) di Fakultas Kehutanan UGM.
Akun tersebut juga menuliskan narasi yang mempertanyakan keaslian ijazah Presiden Jokowi, menghubungkannya dengan kehadiran polisi dan kepergian Rektor UGM. Narasi tersebut menuduh adanya upaya untuk menutup-nutupi dugaan ketidakbenaran ijazah Presiden Jokowi.
Klarifikasi Pihak UGM dan Kepolisian
Pihak Humas UGM telah membantah klaim dalam video tersebut. Mereka menegaskan bahwa video tersebut merupakan hoaks. Lebih lanjut, mereka menjelaskan bahwa lokasi penempatan personel kepolisian dalam video tersebut, berada di sekitar 0 Kilometer Yogyakarta, yang jaraknya cukup jauh dari UGM. Tidak ada penjagaan ketat di area UGM saat aksi massa berlangsung. Hanya ada beberapa petugas keamanan kampus yang berjaga.
Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, S.I.K. CPHR, juga menyatakan bahwa unggahan tersebut merupakan disinformasi. Ia menjelaskan bahwa video tersebut sebenarnya berasal dari pengamanan aksi “Jogja Memanggil” pada 27 Maret 2025 di area 0 Kilometer.
Analisis dan Kesimpulan
Video yang beredar sebelumnya telah diunggah oleh akun Instagram @jogjakampus.id pada 27 Maret 2025. Dengan demikian, dapat dipastikan bahwa unggahan yang mengaitkan penjagaan ketat polisi dengan aksi TPUA dan mempertanyakan ijazah Presiden Jokowi merupakan informasi yang salah dan menyesatkan. Penyebaran informasi yang tidak akurat dan terverifikasi dapat menimbulkan keresahan di masyarakat.
Penting bagi masyarakat untuk selalu waspada terhadap informasi yang beredar di media sosial. Verifikasi informasi dari sumber terpercaya, seperti situs resmi pemerintah dan media massa ternama, sangat diperlukan sebelum menyebarkannya lebih lanjut. Peristiwa ini juga menggarisbawahi pentingnya literasi digital agar masyarakat mampu membedakan informasi yang benar dan hoaks. Kejadian ini diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan publik terhadap penyebaran disinformasi dan pentingnya mengecek ulang kebenaran suatu informasi sebelum dibagikan. Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat memperoleh informasi yang akurat dan bertanggung jawab.





