Banyak pengemudi di Indonesia masih salah kaprah menggunakan lampu hazard, terutama saat melintasi terowongan. Anggapan bahwa lampu hazard meningkatkan visibilitas kendaraan ternyata keliru dan justru membahayakan.
Padahal, lampu hazard dirancang sebagai sinyal darurat, bukan untuk penggunaan sehari-hari. Mengaktifkan hazard saat berkendara aktif, termasuk di dalam terowongan, bertentangan dengan peraturan lalu lintas dan dapat menimbulkan kecelakaan.
Bahaya Penggunaan Lampu Hazard di Terowongan
Alih-alih meningkatkan keselamatan, penggunaan lampu hazard dalam terowongan justru menciptakan risiko baru bagi pengendara lain. Minimnya visibilitas di dalam terowongan memperparah situasi ini.
Lampu hazard menonaktifkan lampu sein. Hal ini menyulitkan pengendara lain untuk memprediksi manuver kendaraan yang menyalakan hazard, sehingga potensi kecelakaan beruntun meningkat.
- Membingungkan pengemudi lain karena menghilangkan indikator arah kendaraan. Ketidakpastian arah kendaraan dapat memicu reaksi mendadak dari pengemudi lain.
- Meningkatkan risiko kecelakaan beruntun akibat misinterpretasi sinyal. Visibilitas terbatas di terowongan memperparah dampak kesalahan interpretasi sinyal.
- Merupakan pelanggaran lalu lintas. Penggunaan lampu hazard hanya diperbolehkan dalam situasi darurat dan saat kendaraan berhenti total.
Praktik Berkendara Aman Saat Melintasi Terowongan
Berkendara aman di terowongan sebenarnya cukup mudah. Cukup ikuti beberapa langkah sederhana berikut untuk memastikan keselamatan Anda dan pengguna jalan lain.
Hindari penggunaan hazard dan manfaatkan fitur lampu kendaraan yang tersedia. Lampu utama atau lampu senja sudah cukup memberikan visibilitas yang memadai.
- Pastikan lampu utama (headlamp) atau lampu senja menyala. Pencahayaan yang cukup sangat penting untuk visibilitas di dalam terowongan.
- Periksa fungsi lampu sein agar tetap aktif. Lampu sein yang berfungsi dengan baik membantu pengemudi lain memahami manuver Anda.
- Hindari menyalakan lampu hazard saat kendaraan masih berjalan. Simpan penggunaan hazard untuk situasi darurat dan saat kendaraan berhenti total.
Kesalahan Umum Lain dalam Penggunaan Lampu Hazard
Kesalahan penggunaan lampu hazard tidak hanya terjadi di terowongan. Banyak pengemudi juga menyalakan hazard saat hujan deras dengan alasan meningkatkan visibilitas.
Namun, hal ini sama berbahayanya karena menonaktifkan lampu sein, sehingga kendaraan lain kesulitan memprediksi manuver kendaraan Anda.
Berkonvoi sambil menyalakan lampu hazard juga sering dilakukan. Padahal, ini justru membingungkan dan tidak membantu mengindikasikan arah kendaraan.
Menjaga jarak aman, kecepatan konstan, dan menggunakan lampu sein dengan benar saat berkonvoi adalah cara yang lebih aman dan efektif.
Kekeliruan dalam memahami fungsi lampu hazard menunjukkan kurangnya kesadaran berkendara yang aman. Ingatlah, keselamatan di jalan raya adalah tanggung jawab bersama.
Patuhi peraturan lalu lintas dan gunakan lampu hazard hanya saat darurat. Dengan demikian, kita dapat berkontribusi menciptakan lingkungan berkendara yang lebih aman dan tertib.
Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda dan keluarga. Berkendara yang aman dan bertanggung jawab, selalu utamakan keselamatan.





