Kisah Khairul Abdullah, seorang ayah tiga anak dari Jakarta, telah menyentuh hati banyak netizen. Ia rela meninggalkan pekerjaannya sebagai desainer untuk sepenuhnya mengurus anak-anaknya setelah ditinggal sang istri.
Keputusan berani ini diambil karena kondisi unik keluarganya. Ketiga anaknya masing-masing memiliki tantangan kesehatan dan emosional yang membutuhkan perhatian penuh dari seorang ayah.
Menghadapi Tantangan Sebagai Single Father
Istri Khairul meninggal pada Agustus 2018 karena infeksi bakteri pada darah. Saat itu, anak-anaknya masih balita dan membutuhkan perawatan intensif.
Khairul, yang sebelumnya bekerja sebagai desainer di sebuah perusahaan swasta, mengubah profesinya menjadi agen asuransi Islami. Pekerjaan ini lebih fleksibel dan memungkinkannya untuk selalu ada bagi anak-anaknya.
Prioritas utama Khairul adalah anak-anaknya. Ia menolak bantuan orang tua agar anak-anak tidak terpisah darinya.
Anak-Anak dengan Kondisi Khusus
Tantangan Khairul semakin berat karena kondisi kesehatan dan emosional anak-anaknya.
Anak pertamanya didiagnosis autisme, ADHD, dan penyakit hati. Anak keduanya mengalami trauma psikologis akibat kehilangan ibunya.
Anak ketiganya menderita mutisme selektif, sehingga kesulitan berkomunikasi.
Dukungan Istri Sebelum Meninggal
Untungnya, sebelum meninggal, istri Khairul telah mempersiapkannya dengan baik. Ia mengajari Khairul keterampilan mengasuh anak, seperti memasak, mengganti popok, dan merawat kebersihan rumah.
Meskipun kehilangan istrinya amat menyakitkan, Khairul merasa terbantu dengan bekal tersebut sehingga mampu menghadapi peran sebagai orang tua tunggal.
Rutinitas Harian Seorang ‘Superdad’
Rutinitas harian Khairul dimulai pukul 5:30 pagi. Ia menyiapkan sarapan dan bekal sekolah anak-anaknya.
Setelah membangunkan anak-anak dan menyiapkan keperluan mereka, ia juga mengurus semua pekerjaan rumah tangga. Dari mencuci hingga membersihkan rumah, semuanya dikerjakan sendiri.
Khairul telah menjadi orang tua tunggal selama tujuh tahun, pengalaman ini mengajarkannya banyak hal, terutama rasa hormat pada peran ibu rumah tangga.
Ia menekankan pentingnya peran suami untuk mendukung istri dalam merawat keluarga. Khairul juga berpendapat bahwa setiap orang, terlepas dari jenis kelamin, seharusnya memiliki kemampuan dasar seperti memasak, menyetir, dan mengasuh anak.
Kisah inspiratif Khairul telah mendapatkan banyak pujian dari netizen. Banyak yang menyebutnya sebagai ‘superdad’ karena dedikasi dan perjuangannya yang luar biasa dalam membesarkan ketiga anaknya sendirian. Kisah ini menjadi pengingat akan pentingnya peran ayah dan pentingnya dukungan dalam keluarga.
Tujuh tahun bukanlah waktu yang singkat, keuletan dan pengorbanan Khairul patut diacungi jempol. Ia telah menunjukkan bahwa cinta dan kasih sayang seorang ayah mampu mengatasi segala rintangan.




