Universitas Gadah Mada (UGM) dan PT Telkom Indonesia berkolaborasi dalam pengembangan sistem peringatan dini gempa bumi yang inovatif. Sistem ini memanfaatkan teknologi Distributed Acoustic Sensing (DAS) dengan memanfaatkan jaringan kabel optik bawah laut Telkom sebagai sensor untuk mendeteksi aktivitas seismik secara *real-time*. Kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan kecepatan dan akurasi peringatan dini gempa, khususnya di daerah rawan gempa yang minim pemantauan.
Teknologi DAS menawarkan solusi yang lebih cepat dan akurat dalam mendeteksi gempa bumi dibandingkan dengan sistem konvensional. Hal ini berkat kemampuannya mendeteksi gelombang primer (P-wave) sebelum gelombang sekunder (S-wave) yang merusak tiba.
Deteksi Gempa Lebih Cepat dan Akurat dengan Teknologi DAS
Sistem peringatan dini gempa berbasis DAS ini bekerja dengan memanfaatkan kabel optik bawah laut milik Telkom sebagai sensor. Kabel optik tersebut sudah terbentang luas, menjangkau area laut dalam yang sulit dijangkau oleh sistem konvensional.
Data yang diperoleh diproses secara *real-time* dan terintegrasi dengan sistem geospasial. Integrasi ini memungkinkan respons kebencanaan yang lebih cepat dan terkoordinasi, memberikan waktu berharga bagi upaya evakuasi.
Keunggulan Teknologi DAS dalam Peringatan Dini Gempa
Teknologi DAS memiliki beberapa keunggulan dibandingkan sistem konvensional. Sistem ini mampu mendeteksi gelombang P-wave yang lebih cepat daripada gelombang S-wave, memberikan waktu peringatan yang lebih panjang.
Deteksi *real-time* dan integrasi dengan sistem geospasial memungkinkan respons yang lebih cepat dan tepat. Hal ini sangat penting untuk meminimalisir dampak kerusakan dan korban jiwa akibat gempa bumi.
Sistem ini juga menjangkau area yang sebelumnya sulit dipantau, khususnya di laut dalam. Dengan memanfaatkan infrastruktur yang sudah ada, teknologi DAS menawarkan solusi yang efisien dan efektif.
Kerja Sama Strategis UGM dan Telkom Indonesia
Kolaborasi antara UGM dan Telkom Indonesia ini merupakan langkah strategis dalam upaya mitigasi bencana. Kedua institusi ini saling melengkapi, dengan UGM menyediakan keahlian riset dan pengembangan, sementara Telkom menyediakan infrastruktur yang dibutuhkan.
Prof. Dr. Eng. Kuwat Triyana, M.Si., dari UGM, menekankan pentingnya inovasi ini untuk memberikan solusi cepat dan presisi dalam mendeteksi gempa bumi. President Director Telkom, Ririek Adriansyah, menambahkan bahwa kolaborasi ini juga penting untuk mengamankan aset kabel optik bawah laut Telkom.
Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama UGM, Dr. Danang Sri Hadmoko, menyambut baik kerja sama ini sebagai bentuk sinergi antara kampus dan industri. Ia juga menekankan pentingnya pendekatan berbasis data dan inklusi dalam sistem kebencanaan.
Implementasi dan Pengembangan Sistem Peringatan Dini Gempa
Saat ini, teknologi DAS sedang diuji coba di Pantai Selatan Jawa. Uji coba ini akan menjadi landasan untuk integrasi sistem ke dalam sistem peringatan dini gempa nasional.
Setelah uji coba di Pantai Selatan Jawa, sistem ini direncanakan akan diperluas ke wilayah rawan bencana lainnya di Indonesia. UGM dan Telkom juga tengah menyusun protokol kolaboratif agar data dari sistem DAS dapat diakses secara terbuka untuk riset dan pembuatan kebijakan publik.
Data yang dihasilkan diharapkan dapat membantu dalam meningkatkan kualitas sistem peringatan dini gempa bumi di Indonesia. Pengembangan teknologi ini menunjukkan komitmen nyata dalam membangun Indonesia yang lebih tangguh terhadap bencana alam.
UGM dan Telkom berkomitmen untuk terus mengembangkan dan meningkatkan teknologi DAS. Harapannya, sistem ini dapat memberikan peringatan dini yang akurat dan tepat waktu, sehingga dapat meminimalkan dampak kerusakan dan korban jiwa akibat gempa bumi. Kolaborasi ini menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara perguruan tinggi dan industri dapat menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.





