Beredar luas di media sosial X, Instagram, dan Facebook sebuah tangkapan layar yang mengaku sebagai berita dari CNBC Indonesia. Berita palsu tersebut menyatakan Presiden Prabowo Subianto akan melanjutkan pembangunan IKN menggunakan sisa dana haji sebesar Rp300 triliun.
Unggahan tersebut menampilkan foto Prabowo Subianto dan disertai narasi yang mempertanyakan penggunaan dana haji untuk proyek tersebut. Narasi tersebut mengekspresikan ketidakrelaan sebagian umat Islam atas penggunaan dana tersebut untuk pembangunan IKN.
Verifikasi Klaim Penggunaan Dana Haji untuk IKN
Tim pencari fakta telah melakukan penelusuran menyeluruh terhadap klaim yang beredar. Penelusuran dilakukan menggunakan Google Lens dan mesin pencari Google untuk memverifikasi kebenaran informasi tersebut.
Hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim tersebut tidak akurat dan menyesatkan.
Ketidakbenaran Berita CNBC Indonesia
Meskipun foto Prabowo Subianto yang digunakan dalam unggahan tersebut memang pernah dimuat dalam beberapa berita CNBC Indonesia, tidak ditemukan satupun artikel yang memuat pernyataan tentang penggunaan dana haji untuk IKN.
Hasil pencarian menunjukkan bahwa judul berita yang sebenarnya berbeda jauh dari klaim yang beredar.
Klarifikasi Judul Berita Asli CNBC Indonesia
CNBC Indonesia pada 20 Maret 2025 memang menerbitkan artikel dengan foto Prabowo yang sama. Namun, judulnya adalah “Sektor Usaha Ini Bakal Dapat Subsidi Kredit 5% dari Prabowo”.
Artikel tersebut membahas insentif revitalisasi permesinan untuk UMKM padat karya dengan anggaran Rp20 triliun dari APBN, bukan dana haji.
Sumber Anggaran Pembangunan IKN yang Sesungguhnya
Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui anggaran pembangunan IKN periode 2025-2029 sebesar Rp48,8 triliun. Anggaran tersebut bersumber dari APBN, bukan dana haji.
Hal ini ditegaskan oleh Kepala Otorita IKN (OIKN), Basuki Hadimuljono, yang secara jelas menyatakan bahwa pembangunan IKN dibiayai dari APBN.
Anggaran Otorita IKN tahun ini mencapai Rp14,4 triliun, yang terdiri dari anggaran pokok Rp6,3 triliun dan tambahan Rp8,1 triliun.
Konfirmasi dari Pihak Terkait
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur, Agus Harimurti Yudhoyono, juga memberikan konfirmasi resmi bahwa pembangunan IKN tidak menggunakan dana haji.
Tidak ditemukan pernyataan resmi dari Presiden Prabowo Subianto maupun sumber terpercaya lainnya yang mendukung klaim penggunaan dana haji untuk IKN.
Kesimpulannya, klaim yang beredar di media sosial adalah hoaks. Berita yang diklaim berasal dari CNBC Indonesia merupakan hasil manipulasi dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Anggaran pembangunan IKN berasal dari APBN, bukan dana haji. Penting bagi masyarakat untuk selalu kritis dan mengecek kebenaran informasi sebelum menyebarkannya lebih lanjut. Mari bersama-sama melawan penyebaran hoaks dan menjaga kualitas informasi di ruang digital.





