Gunungkidul, kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta, lebih dari sekadar hamparan pantai indah. Kekayaan kuliner tradisionalnya yang unik dan lezat menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Banyak hidangan memanfaatkan bahan lokal seperti singkong, dan hasil bumi lainnya. Berikut lima kuliner Gunungkidul yang wajib Anda cicipi.
Beragam kuliner tradisional Gunungkidul menawarkan pengalaman cita rasa yang autentik dan kaya akan sejarah. Bahan-bahan alami dan proses pengolahannya yang unik menjadikan kuliner ini semakin menarik untuk dieksplorasi.
Tiwul: Warisan Masa Lalu, Cita Rasa Masa Kini
Tiwul, makanan pokok tradisional Gunungkidul, terbuat dari singkong kering atau gaplek. Dulunya, tiwul menjadi penyelamat di masa paceklik.
Kini, tiwul telah bertransformasi. Teksturnya yang mirip nasi jagung, dipadukan dengan berbagai varian rasa seperti gula Jawa, cokelat, pandan, keju, bahkan kopi, menjadikan tiwul lebih menarik bagi lidah modern.
Gatot: Kuliner Singkong dengan Proses Fermentasi Unik
Gatot, kuliner khas Gunungkidul lainnya, juga berbahan dasar singkong. Proses pembuatannya yang unik menambah nilai lebih pada hidangan ini.
Singkong dijemur menjadi gaplek, lalu difermentasi, direndam, dan akhirnya dikukus. Proses fermentasi ini memberikan rasa dan tekstur khas yang membedakan Gatot dari olahan singkong lainnya.
Belalang Goreng (Walang Goreng): Sensasi Kuliner yang Tak Biasa
Bagi pencinta kuliner ekstrem, Belalang Goreng atau Walang Goreng adalah pilihan yang tepat. Belalang jati menjadi bintang utama dalam hidangan ini.
Setelah dibersihkan, belalang dibumbui dengan rempah-rempah pilihan lalu digoreng hingga renyah. Kunci kelezatannya terletak pada pemilihan rempah dan teknik penggorengan yang tepat.
Sego Abang (Nasi Merah): Nasi Merah Khas Gunungkidul dari Padi Tadah Hujan
Sego Abang, nasi merah khas Gunungkidul, memiliki cita rasa dan tekstur yang unik. Beras merah ini berasal dari padi tadah hujan yang tumbuh subur di wilayah yang berbatu dan kering.
Kondisi geografis yang menantang menghasilkan beras merah dengan aroma dan tekstur berbeda dari beras merah pada umumnya. Hal ini menjadikan Sego Abang hidangan yang istimewa.
Gudeg Manggar: Sentuhan Unik pada Kuliner Klasik
Berbeda dengan gudeg kebanyakan yang menggunakan nangka muda, Gudeg Manggar menggunakan manggar atau bunga kelapa sebagai bahan utamanya.
Penggunaan manggar memberikan rasa dan aroma yang khas, membedakan Gudeg Manggar dari gudeg tradisional lainnya. Ini menjadi pilihan menarik bagi pencinta kuliner yang ingin mencoba sesuatu yang baru.
Dari tiwul yang sederhana hingga Gudeg Manggar yang unik, kuliner Gunungkidul menawarkan beragam pengalaman rasa. Setiap hidangan menyimpan cerita dan kekayaan budaya yang patut dijelajahi. Mengunjungi Gunungkidul tidak hanya berarti menikmati keindahan alamnya, namun juga merasakan kekayaan kuliner tradisionalnya yang autentik dan lezat.





