Misteri Motif Pembunuhan Brigadir J: Pelecehan Seksual Putri Candrawathi dan Pengakuan Ferdy Sambo
Kasus pembunuhan Brigadir J hingga kini masih menyisakan banyak misteri, khususnya terkait motif di balik peristiwa tragis tersebut. Dugaan pelecehan seksual terhadap Putri Candrawathi, istri Ferdy Sambo, yang disebut sebagai motif utama, masih menjadi sorotan dan penuh tanda tanya. Ketiadaan CCTV di rumah di Magelang, lokasi dugaan pelecehan, semakin memperkeruh situasi. Namun, berbagai keterangan dan pengakuan telah bermunculan, membuka sedikit demi sedikit tabir gelap kasus ini.
Kronologi Kejadian di Magelang dan Pengakuan Ferdy Sambo
Ferdy Sambo, mantan Kadiv Propam Polri dan tersangka utama pembunuhan Brigadir J, telah memberikan pengakuan mengejutkan mengenai motif pembunuhan tersebut. Ia menyatakan bahwa dirinya membunuh Brigadir J karena telah memperkosa dan membanting istrinya, Putri Candrawathi.
Pengakuan ini tertuang dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dan selaras dengan temuan investigasi Komnas HAM dan Komnas Perempuan. Komnas Perempuan sebelumnya telah mengungkap keterangan Putri Candrawathi yang mengaku mengalami kekerasan seksual berupa pemerkosaan oleh Brigadir J. Kejadian ini disebut terjadi di Magelang pada 7 Juli 2022, sehari sebelum pembunuhan Brigadir J di Duren Tiga, Jakarta Selatan.
Detail Peristiwa di Magelang dan Pernyataan Putri Candrawathi
Peristiwa di Magelang terjadi pada 7 Juli 2022, bertepatan dengan perayaan ulang tahun pernikahan ke-22 Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi. Keluarga Sambo beserta sejumlah ajudan, termasuk Brigadir J, dan asisten rumah tangga berada di rumah di Kompleks Cempaka, Magelang.
Ferdy Sambo pulang ke Jakarta pada dini hari tanggal 7 Juli 2022, sementara Putri Candrawathi tetap berada di Magelang. Pada Jumat dini hari, 8 Juli 2022, Putri Candrawathi menghubungi Ferdy Sambo dan menceritakan kejadian yang dialaminya.
Putri Candrawathi dalam keterangannya menyatakan bahwa Brigadir J telah melakukan pelecehan dan pemerkosaan terhadap dirinya. Ia juga menyebutkan bahwa Brigadir J telah membantingnya hingga terjatuh di depan kamar mandi. Kejadian tersebut juga disaksikan oleh asisten rumah tangga dan sopir.
Reaksi Ferdy Sambo dan Perkembangan Kasus
Setelah mendengar cerita dari istrinya, Ferdy Sambo mengaku emosi dan marah. Ia merasa sangat tersinggung dan terluka atas perlakuan Brigadir J kepada istrinya, apalagi kejadian tersebut terjadi pada hari ulang tahun pernikahan mereka. Emosi ini kemudian memicu tindakan fatal yang berujung pada pembunuhan Brigadir J.
Namun, hingga kini, masih banyak detail yang perlu diklarifikasi dan diuji kebenarannya. Ketiadaan bukti visual seperti rekaman CCTV dan beragam kesaksian yang saling bertentangan masih menjadi tantangan dalam mengungkap kebenaran di balik kasus ini. Proses hukum pun masih berlanjut, menanti putusan pengadilan yang akan menentukan nasib para terdakwa dan memberikan keadilan bagi semua pihak. Kasus ini diharapkan dapat menjadi pelajaran penting bagi penegakan hukum di Indonesia agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Keterbukaan informasi dan investigasi yang menyeluruh sangat penting untuk mengungkap kebenaran dan memberikan rasa keadilan bagi semua pihak yang terlibat.





