Di tengah hiruk pikuk minimarket modern di Kota Bandung, sebuah koperasi kecil bernama Koperasi Wiyata Mandala hadir dengan menawarkan solusi berbeda. Lebih dari sekadar warung serba ada, koperasi ini telah beradaptasi dengan era digital, menyediakan beragam kebutuhan masyarakat sambil memberikan layanan keuangan modern. Lokasinya yang strategis di Jalan Martanegara, Kota Bandung, menjadikannya pusat aktivitas bagi warga sekitar.
Koperasi ini tak hanya menjual kebutuhan pokok seperti minyak goreng dan gula, namun juga obat-obatan. Inovasi inilah yang membedakannya dari minimarket lain.
Transformasi Digital Koperasi Wiyata Mandala
Koperasi Wiyata Mandala telah berhasil bertransformasi menjadi agen perubahan di lingkungannya. Kehadiran mesin EDC dan QRIS Bank BRI menjadi bukti nyata komitmen mereka dalam mendukung ekonomi digital. Langkah ini sejalan dengan upaya Bank BRI untuk mendorong masyarakat beralih ke transaksi nontunai.
Hal ini memberikan kemudahan bagi warga sekitar. Pembayaran nontunai kini menjadi pilihan utama, mempercepat proses transaksi dan meminimalisir penggunaan uang tunai.
Salah satu kasir, Ratna (25), menjelaskan betapa pentingnya pembayaran digital bagi koperasi dan pelanggannya.
Kemudahan ini bukan tanpa alasan. BRI gencar mendorong transaksi elektronik karena dinilai lebih efisien dan praktis.
AgenBRILink: Menciptakan Simbiosis Mutualisme
Sejak tahun 2019, Koperasi Wiyata Mandala telah menjadi AgenBRILink. Status ini memberikan akses kepada berbagai layanan keuangan BRI, melampaui fungsi toko sembako biasa. Selain berbelanja, warga dapat melakukan transfer uang dan pembayaran tagihan dengan mudah.
Transaksi transfer uang melalui EDC BRI terbilang tinggi, terutama pada hari-hari tertentu. Koperasi memperoleh keuntungan Rp10.000 untuk setiap transaksi transfer.
Layanan AgenBRILink juga mencakup pembayaran tagihan listrik PLN.
Keuntungan ini bukan hanya untuk koperasi, tapi juga bagi masyarakat.
Ekspansi AgenBRILink dan Dampaknya bagi Ekonomi Lokal
Model AgenBRILink terbukti sukses. Pada akhir Maret 2025, jumlah AgenBRILink mencapai 1,2 juta, meningkat 49,48% (yoy) dari tahun sebelumnya. Jaringan ini telah menjangkau lebih dari 67 ribu desa dan 88% wilayah Indonesia.
Volume transaksi AgenBRILink pada kuartal I 2025 mencapai Rp423 triliun. Ini menunjukkan dampak signifikan terhadap ekonomi nasional.
CEO Regional Bandung BRI, Sadmiadi, menjelaskan mekanisme pembagian fee antara BRI dan AgenBRILink.
Corporate Secretary BRI, Agustya Hendy Bernadi, menekankan peran AgenBRILink sebagai agen perubahan.
Layanan AgenBRILink yang Komprehensif
AgenBRILink menawarkan beragam layanan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Mulai dari pembayaran tagihan (listrik, air, BPJS, telepon), pembelian pulsa, hingga pembayaran cicilan, semuanya dapat diakses dengan mudah.
Keberadaan AgenBRILink di Koperasi Wiyata Mandala telah menjadi contoh nyata bagaimana sebuah koperasi kecil dapat beradaptasi dan berkembang di era digital. Model ini tidak hanya meningkatkan pendapatan koperasi, tetapi juga memberikan manfaat besar bagi masyarakat sekitar dengan akses yang lebih mudah ke layanan keuangan modern. Keberhasilan ini menunjukkan potensi besar program AgenBRILink dalam mendorong inklusi keuangan dan pemberdayaan ekonomi di tingkat akar rumput. Hal ini juga membuktikan bahwa inovasi dan adaptasi terhadap teknologi dapat menciptakan simbiosis mutualisme yang menguntungkan semua pihak.





