Admin Grup FB Fantasi Sedarah Diincar Polisi, PDIP Desak Penangkapan

Redaksi

Admin Grup FB Fantasi Sedarah Diincar Polisi, PDIP Desak Penangkapan
Sumber: Detik.com

Kehebohan publik terkait grup Facebook “Fantasi Sedarah” yang memuat konten eksploitasi seksual anak mendapat sorotan tajam dari anggota Komisi III DPR RI Fraksi PDIP, Gilang Dhielafararez. Gilang mendesak aparat penegak hukum untuk menindak tegas seluruh pihak yang terlibat, bukan hanya administrator grup saja.

Menurutnya, kasus ini bukan hanya persoalan administrasi grup semata, melainkan kejahatan seksual yang serius dan membutuhkan penanganan menyeluruh. Kejahatan ini termasuk kategori luar biasa dan memerlukan tindakan hukum yang tegas dan terukur.

Tuntutan Penindakan Hukum yang Komprehensif

Gilang menekankan perlunya penindakan hukum terhadap seluruh pihak yang terlibat dalam grup Facebook “Fantasi Sedarah”. Ini termasuk pencipta grup, pengelola akun, dan pengguna aktif yang menyebarkan atau menanggapi konten eksploitasi seksual tersebut.

Ia menyatakan penyesalan mendalam atas keberadaan grup tersebut dan mendesak agar tidak ada satu pun yang lolos dari jeratan hukum. Semua pihak, dari admin hingga pengguna yang berkomentar, perlu diperiksa secara menyeluruh.

Penyelidikan juga perlu mengungkap kemungkinan adanya keterkaitan dengan jaringan pedofil dan pelaku kejahatan seksual lainnya. Keberadaan grup ini menjadi indikasi adanya potensi kejahatan seksual fisik yang perlu diusut lebih lanjut.

Kelemahan Sistem Deteksi Dini dan Pengawasan Siber

Gilang menyoroti keterlambatan penindakan terhadap grup Facebook “Fantasi Sedarah” yang sempat aktif cukup lama sebelum akhirnya diblokir oleh Kominfo. Hal ini menunjukkan adanya kelemahan dalam sistem deteksi dini dan pengawasan siber di Indonesia.

Ia menilai gagalnya pengawasan siber menunjukkan minimnya upaya deteksi dini terhadap konten berbahaya dan meresahkan di dunia maya. Grup tersebut aktif dalam jangka waktu yang cukup panjang sebelum akhirnya terdeteksi.

Gilang meminta evaluasi menyeluruh atas sistem pengawasan siber yang ada. Sistem yang lebih responsif dan preventif dibutuhkan untuk mencegah munculnya kasus serupa di masa mendatang.

Perlindungan Korban dan Reformasi Sistem Pemantauan Konten Digital

Selain menuntut penindakan hukum, Gilang juga mendesak forensik digital untuk mengidentifikasi seluruh pelaku dan korban yang gambarnya tersebar di grup tersebut. Perlindungan bagi para korban menjadi prioritas utama.

Penegak hukum juga harus menyelidiki kemungkinan adanya kejahatan seksual fisik yang terkait dengan konten atau anggota grup. Pemulihan bagi para korban yang menjadi bagian dari kejahatan ini sangatlah penting.

Gilang mendesak pemerintah untuk melakukan reformasi dalam sistem pemantauan konten digital. Sistem yang tidak hanya responsif tetapi juga preventif diperlukan agar kasus serupa tidak terulang lagi. Negara harus hadir dan tegas terhadap predator anak dan pelaku kejahatan seksual.

Pentingnya peran pemerintah dalam membangun sistem pengawasan yang efektif dan komprehensif sangatlah krusial. Hal ini guna mencegah berkembangnya komunitas-komunitas jahat yang mengancam keselamatan anak-anak di dunia maya.

Direktorat Siber Polda Metro Jaya telah menyatakan tengah menelusuri grup Facebook tersebut, berkoordinasi dengan Meta dan Kominfo. Penyelidikan terhadap admin dan anggota grup sedang dilakukan sejak pekan lalu.

Kasus ini menjadi pengingat akan pentingnya kolaborasi antara aparat penegak hukum, platform media sosial, dan pemerintah untuk menciptakan ruang digital yang aman bagi anak dan masyarakat umum. Peran aktif masyarakat dalam melaporkan konten berbahaya juga tak kalah penting.

Ke depan, peningkatan literasi digital dan kesadaran masyarakat akan pentingnya melaporkan konten berbahaya diharapkan dapat mencegah berulangmya kasus serupa. Perlindungan anak di dunia maya merupakan tanggung jawab bersama.

Also Read

Tags

Leave a Comment