Cannes 2024: Stylist Protes Atasan Larang Gaun Nude Artis

Redaksi

Festival Film Cannes 2025, sebelum resmi dibuka, telah menciptakan gelombang kejutan di dunia mode. Aturan berpakaian baru yang ketat untuk karpet merah Grand Théâtre Lumière, diumumkan pada Senin (15/5/2025), melarang busana transparan dan gaun dengan tirai panjang. Keputusan ini telah memicu reaksi beragam dari para perancang busana, penata gaya, dan selebriti.

Aturan baru ini membalikkan tradisi Cannes sebagai panggung ekspresi mode yang berani. Ingatkah kita akan penampilan Bella Hadid dengan gaun transparan Saint Laurent tahun 2024, atau gaun dramatis Elle Fanning rancangan Alexander McQueen tahun sebelumnya? Kini, kenangan itu menjadi bagian masa lalu.

Aturan Baru Cannes: Luar Biasa Ketat dan Kontroversial

Website resmi festival tersebut kini secara tegas menyatakan larangan ketelanjangan di karpet merah dan area festival lainnya. Busana berukuran besar, terutama yang memiliki tirai panjang, juga dilarang karena dinilai menghambat pergerakan tamu dan menyulitkan penataan tempat duduk.

Tim penyambut tamu akan menolak siapa pun yang melanggar aturan ini. Reaksi pun beragam, mulai dari kepanikan para penata gaya hingga kritik pedas atas ambiguitas aturan tersebut.

Louis Pisano, kritikus budaya dan penulis Discoursted, menyebut banyak penata gaya panik. Ia mencatat kecenderungan Cannes yang semakin konservatif, mengingat kontroversi alas kaki datar pada 2015 dan larangan swafoto pada 2018.

Rose Forde, penata gaya yang bekerja dengan figur ternama seperti sutradara Coralie Fargeat dan aktor Emma D’Arcy, mengetahui perubahan aturan ini dari media sosial. Ia mengaku sudah terbiasa mengecek kesesuaian busana, bahkan untuk pakaian pria, sebelum acara.

Dampak Langsung pada Selebriti dan Desainer

Halle Berry, juri Cannes Film Festival 2025, menjadi salah satu yang merasakan dampak langsung. Ia terpaksa mengganti gaun rancangan Gaurav Gupta karena ekornya terlalu panjang. Akhirnya ia memilih gaun A-line dari Jacquemus.

Pelarangan tirai panjang, menurut laporan, bertujuan mempercepat arus tamu di karpet merah. Setiap selebriti hanya memiliki waktu 10 menit untuk berpose, dan gaun-gaun besar dianggap memperlambat prosesnya.

Namun, alasan “kesopanan” untuk larangan busana transparan dinilai ambigu dan memicu kritik. Stylist Beyzanur Apaydin menyindir bahwa ketelanjangan seakan diizinkan selama menguntungkan industri film.

Rose Forde mencoba bersikap netral, mengakui bahwa fokus pada film memang penting, tetapi Cannes juga merupakan ruang ekspresi artistik. Maeve Reilly, penata gaya ternama, merasa kecewa dengan aturan baru ini, meskipun kliennya, Eva Longoria dan La La Anthony, tidak terdampak.

Luke Meagher, kritikus mode, menilai aturan ini terlalu kabur. Bagaimana mendefinisikan “tirai panjang” dan “transparan”? Apakah penafsiran diserahkan pada petugas karpet merah? Ini menimbulkan risiko bagi merek besar yang berinvestasi besar di Cannes.

Ancaman Bagi Desainer dan Dampak Ekonomi

Cannes adalah panggung emas bagi para desainer. Tahun lalu, festival ini menghasilkan nilai media senilai US$ 86,3 juta di Instagram, dengan Saint Laurent sebagai label yang paling banyak diperbincangkan, sebagian berkat gaun transparan Bella Hadid.

Aturan baru ini mengancam desainer, terutama yang muda, yang mungkin tidak punya dana untuk membuat alternatif mendadak. Mereka berisiko kehilangan investasi dan eksposur media.

Sementara selebriti seperti Emma Stone, Jennifer Lawrence, dan Scarlett Johansson dijadwalkan hadir, pilihan busana dramatis mereka mungkin terpengaruh. Tren Met Gala 2025 menunjukkan masih populernya busana transparan dan bertirai panjang, menciptakan kontras dengan aturan Cannes.

Louis Pisano menyimpulkan bahwa aturan ini lebih berdampak pada brand ambassador dan influencer, bukan aktor utama. Namun, para showroom PR justru bisa mengambil peluang dari kekacauan ini dengan menawarkan solusi alternatif busana.

Perubahan aturan di Cannes 2025 ini memberikan pelajaran berharga tentang keseimbangan antara tradisi, ekspresi artistik, dan logistik acara besar. Dampaknya yang meluas, dari selebriti hingga desainer muda, menyorot kompleksitas mengatur sebuah acara bergengsi seperti Festival Film Cannes.

Also Read

Tags

Leave a Comment