Pernikahan Pippa Middleton dan James Matthews pada Mei 2017 menyita perhatian dunia. Upacara megah di Gereja St. Mark, Englefield, West Berkshire, dihadiri oleh keluarga kerajaan, termasuk Pangeran Harry dan Pangeran William. Namun, di balik kemewahan tersebut, tersimpan cerita menarik tentang kehadiran, atau lebih tepatnya ketidakhadiran, Meghan Markle.
Kehadiran Meghan Markle, yang saat itu masih berpacaran dengan Pangeran Harry, menjadi pertimbangan khusus bagi Pippa dan ibunya, Carole Middleton. Kekhawatiran akan sorotan media yang teralihkan dari pengantin utama menjadi alasan utama Meghan tidak ikut serta dalam upacara pernikahan di gereja.
Kehadiran Meghan Markle yang Dinantikan dan Dipertanyakan
Pippa dan Carole Middleton khawatir akan adanya pergeseran fokus media dari pengantin wanita, Pippa, ke Meghan Markle. Kehadiran Meghan yang saat itu belum bertunangan dengan Pangeran Harry, dianggap berpotensi menarik perhatian publik secara berlebihan. Oleh karena itu, mereka memutuskan agar Meghan tidak hadir di dalam gereja.
Pangeran Harry tetap menghadiri upacara pernikahan bersama kakaknya, Pangeran William. Sementara itu, Meghan Markle menghabiskan waktu di sebuah Airbnb di Berkshire. Ia mempersiapkan diri sendiri, mengenakan gaun hitam, sebelum akhirnya dijemput oleh Pangeran Harry setelah pemberkatan. Pasangan tersebut kemudian menikmati makan siang bersama sebelum bergabung dengan resepsi di kediaman keluarga Middleton di Bucklebury.
Resepsi Mewah dengan Aturan Tempat Duduk yang Ketat
Resepsi pernikahan Pippa Middleton berlangsung mewah dan megah. Pippa, yang memiliki pengalaman dalam perencanaan pesta, memilih bangunan kaca bergaya orangerie yang didatangkan langsung dari Belgia. Struktur tersebut dilaporkan bernilai 35.000 pound sterling, belum termasuk biaya tambahan seperti pencahayaan, dekorasi, dan lainnya. Biaya keseluruhan diperkirakan mencapai dua kali lipat dari harga awal.
Namun, kemewahan resepsi tidak lepas dari aturan tempat duduk yang ketat. Aturan tersebut menetapkan bahwa semua pasangan tamu harus duduk terpisah, termasuk Pangeran Harry dan Meghan Markle. Pangeran Harry duduk bersama presenter ITV, Tom Bradby, sementara Meghan berada di meja yang sama dengan Mirka Federer, istri petenis Roger Federer. Hal ini menjadi sebuah poin unik dalam pernikahan yang penuh kemewahan tersebut.
Dampak dan Kontroversi Seputar Ketidakhadiran Meghan di Upacara
Keputusan untuk tidak melibatkan Meghan Markle dalam upacara pemberkatan di gereja memicu berbagai spekulasi dan diskusi. Sebagian berpendapat bahwa keputusan tersebut wajar mengingat fokus utama acara adalah pernikahan Pippa. Namun, sebagian lainnya melihatnya sebagai perlakuan kurang pantas terhadap Meghan, mengingat hubungannya dengan Pangeran Harry yang semakin serius saat itu.
Buku “Finding Freedom” karya Omid Scobie dan Carolyn Durand mengungkapkan detail di balik keputusan tersebut. Buku ini menjelaskan kekhawatiran Pippa dan Carole Middleton terhadap sorotan media yang mungkin teralihkan ke Meghan. Pertimbangan ini didasari oleh pengalaman mereka dengan pemberitaan media yang luas seputar kehidupan keluarga kerajaan. Peristiwa ini pun menjadi bukti bagaimana perhatian media dapat mempengaruhi perencanaan bahkan sebuah acara pernikahan keluarga kerajaan sekalipun.
Meskipun terdapat kontroversi, pernikahan Pippa Middleton tetap menjadi sebuah acara yang tak terlupakan. Kisah di balik kehadiran dan ketidakhadiran Meghan Markle menambahkan lapisan cerita yang menarik dan memberikan wawasan tentang dinamika keluarga kerajaan dan tekanan dari sorotan media. Kejadian ini menunjukkan bagaimana bahkan sebuah acara yang tampak sempurna pun menyimpan cerita-cerita menarik di balik layar. Peristiwa ini juga menjadi catatan penting bagaimana perencanaan acara besar, khususnya yang melibatkan keluarga kerajaan, perlu mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk manajemen media dan hubungan antar anggota keluarga.




