Presiden Joko Widodo (Jokowi) disebut-sebut sebagai kandidat potensial untuk menjadi Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Hal ini menimbulkan berbagai reaksi, termasuk dari partai lain seperti PDI Perjuangan.
Ketua DPP PDI Perjuangan, Djarot Saiful Hidayat, menanggapi santai kemungkinan tersebut. Ia menyatakan bahwa hal itu sepenuhnya merupakan urusan internal PSI dan PDI Perjuangan tidak akan ikut campur.
Tanggapan PDI Perjuangan: Jokowi Bukan Lagi Kader
Djarot menegaskan bahwa Jokowi bukanlah kader PDI Perjuangan lagi. Oleh karena itu, PDI Perjuangan tidak memiliki posisi terkait pencalonannya di partai lain.
Menurutnya, peluang Jokowi menjadi Ketum PSI adalah urusan internal PSI dan PDI Perjuangan tidak akan mencampuri urusan partai lain.
PSI Terbuka untuk Jokowi, Tapi Ada Syarat
Sementara itu, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyatakan terbuka menerima pendaftaran Jokowi sebagai calon ketua umum. Namun, ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi.
Ketua Steering Committee Kongres PSI, Andy Budiman, menjelaskan bahwa calon ketua umum harus menjadi kader PSI dan mengumpulkan dukungan minimal dari 5 DPW dan 20 DPD.
Syarat Menjadi Calon Ketum PSI
- Menjadi kader PSI: Calon harus terdaftar sebagai anggota PSI.
- Dukungan dari DPW dan DPD: Calon wajib mengumpulkan surat dukungan resmi dari minimal 5 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan 20 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PSI.
Hingga saat ini, panitia belum menerima pendaftaran calon ketua umum PSI. Meskipun beberapa dukungan untuk calon tertentu telah muncul di daerah, panitia tetap menunggu kandidat datang dengan dokumen lengkap.
Jokowi Belum Terdaftar sebagai Kader PSI
Andy Budiman juga menegaskan bahwa sejauh ini Jokowi belum terdaftar sebagai kader PSI. Ia meminta masyarakat untuk mendoakan perkembangan selanjutnya.
Meskipun terbuka untuk semua calon, termasuk Jokowi, PSI tetap memegang teguh syarat keanggotaan dan dukungan yang diperlukan untuk mendaftar sebagai calon ketua umum.
Pernyataan dari kedua belah pihak menunjukkan sikap yang berbeda namun saling menghormati. PDI Perjuangan menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada PSI, sementara PSI menunjukkan sikap terbuka namun tetap menekankan pentingnya memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.
Kejelasan status Jokowi sebagai calon dan proses pendaftaran di PSI akan menentukan perkembangan politik selanjutnya. Publik kini menunggu langkah Jokowi dan proses pencalonan ketua umum PSI kedepannya.





