Seorang turis Australia berusia 41 tahun ditemukan meninggal dunia di perairan Phuket, Thailand. Kejadian ini menambah deretan tragedi wisatawan di kawasan tersebut dalam beberapa pekan terakhir. Istri korban melaporkan kehilangan suaminya pada Rabu, 7 Mei 2025, saat berlibur di Thailand.
Tiga hari kemudian, jenazah pria tersebut ditemukan mengambang sekitar 20 meter dari garis pantai Freedom Beach oleh seorang penjaga pantai. Petugas kepolisian setempat segera mengamankan dan mengevakuasi jenazah ke darat.
Turis Australia Ditemukan Meninggal di Pantai Freedom Beach
Jenazah ditemukan oleh kepala penjaga pantai saat patroli pagi. Kondisi ombak yang kuat menyulitkan proses evakuasi.
Petugas menggunakan tali untuk mengamankan jenazah sebelum menariknya ke pantai. Letnan Kolonel Polisi Wiwat Chamnankit menyatakan keluarga korban telah diberitahu.
Polisi menduga arus laut yang kuat menyebabkan korban meninggal. Pihak berwenang mengingatkan wisatawan untuk menghindari laut saat kondisi ombak buruk.
Jenazah telah dibawa ke Rumah Sakit Vachira Phuket untuk autopsi. Hasil autopsi akan menentukan penyebab kematian dan membantu penyelidikan lebih lanjut.
Tragedi Sebelumnya: Kematian Turis di Koh Racha Yai
Sepekan sebelum insiden ini, seorang pria asal Melbourne berusia 22 tahun, Corey Walsh, meninggal dunia di lepas pantai Phuket. Ia ditemukan tidak sadarkan diri dekat Koh Racha Yai, lokasi populer untuk snorkeling dan menyelam.
Walsh dilaporkan dalam kondisi mabuk saat kejadian. Meskipun mendapat pertolongan dan CPR, nyawanya tak tertolong.
Video yang beredar menunjukkan upaya penyelamatan. Walsh dilaporkan melompat dari perahu wisata untuk berenang dalam kondisi mabuk.
Ia kemudian terseret arus yang kuat. Panggilan darurat diterima pukul 14.28 waktu setempat.
Hanya ditemukan botol minuman beralkohol kosong di lokasi kejadian. Jenazah Walsh disemayamkan di Rumah Sakit Vachira Phuket.
Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia memberikan bantuan konsuler kepada keluarga korban. Kejadian ini kembali menyoroti pentingnya keselamatan wisatawan.
Tragedi di Indonesia: Turis Tiongkok Meninggal Saat Menyelam
Insiden serupa juga terjadi di Indonesia. Seorang turis Tiongkok, Zhang Xiaohan, meninggal dunia saat menyelam di Pulau Kakaban, Kalimantan Timur, pada 2 Mei 2025.
Xiaohan kehilangan kameranya dan mencoba mengambilnya di bawah air. Ia terseret arus dan tidak muncul kembali.
Jasadnya ditemukan sehari kemudian di kedalaman 87 meter. Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Balikpapan menyampaikan belasungkawa.
Tim SAR gabungan melakukan pencarian intensif. Mereka menggunakan berbagai peralatan, termasuk perahu karet dan speed boat.
Operasi SAR ditutup setelah jenazah ditemukan. Jenazah dievakuasi dan dibawa ke RSUD Abdul Rivai di Tanjung Redeb, Berau.
Kronologi kejadian menunjukkan Xiaohan menyelam bersama rombongan pada Jumat pagi, 2 Mei 2025. Seorang guide diving menginstruksikan semua penyelam naik ke permukaan.
Namun, Xiaohan kembali menyelam untuk mengambil kamera yang jatuh. Ia tak kunjung muncul dan dinyatakan hilang.
Serangkaian peristiwa tragis ini menggarisbawahi pentingnya keselamatan dan kewaspadaan bagi wisatawan yang melakukan aktivitas di perairan, terutama di daerah dengan arus laut yang kuat. Pentingnya mengikuti instruksi pemandu wisata dan memahami kondisi laut sebelum melakukan aktivitas air sangat ditekankan. Semoga kejadian ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak untuk meningkatkan upaya pencegahan dan keselamatan wisata.





