Parfum Tiruan Booming: Inspirasi atau Penipuan Merek Ternama?

Redaksi

Parfum Tiruan Booming: Inspirasi atau Penipuan Merek Ternama?
Sumber: Liputan6.com

Harga parfum bermerek terkadang mencapai jutaan rupiah. Kondisi ekonomi yang kurang menguntungkan membuat parfum dupe, atau tiruan, kembali populer. Parfum dupe ini tidak mengklaim sebagai produk asli, melainkan terinspirasi oleh wewangian bermerek mahal.

Tren parfum dupe semakin meningkat, terutama di platform online seperti TikTok dan YouTube. Generasi muda melihatnya sebagai bentuk perlawanan terhadap pasar parfum mewah yang sudah mapan.

Booming Parfum Dupe: Tren Anti-Establishment?

Kemiripan parfum dupe dengan aslinya sangat mencolok. Bahkan ahli parfum profesional pun kesulitan membedakannya, menurut Victoria Belim-Frolova, ahli parfum dari Brussels.

Belim-Frolova berpendapat bahwa popularitas parfum dupe didorong oleh media sosial dan preferensi generasi muda. Mereka menginginkan aksesibilitas ke berbagai aroma tanpa harus mengeluarkan biaya yang sangat tinggi.

Sergio Tache, pendiri Dossier, sebuah merek yang memproduksi parfum dupe dan parfum orisinal, mengamini hal tersebut. Generasi muda menginginkan variasi wewangian untuk berbagai kesempatan, dan harga parfum asli menjadi penghalang.

Sebagai contoh, parfum dupe Dossier yang terinspirasi oleh Baccarat Rouge 540 MFK, dijual seharga 49 dolar AS (sekitar Rp809.000), jauh lebih murah daripada aslinya yang dibanderol 210 dolar AS (sekitar Rp3,5 juta).

Teknologi di Balik Kemiripan Parfum Dupe

Kromatografi gas-spektrometri massa (GCMS) merupakan teknologi yang selama ini digunakan pembuat parfum untuk mengidentifikasi molekul dalam wewangian kompetitor. Teknologi ini memungkinkan pembuatan parfum dupe yang sangat mirip dengan aslinya.

Namun, Belim-Frolova melihat penggunaan GCMS untuk meniru aroma parfum lain sebagai tindakan yang berlebihan. Ia berpendapat hal tersebut kurang memiliki nilai artistik karena hanya mengandalkan kreativitas dan kesuksesan orang lain.

Ciaran Flanagan, seorang influencer parfum di TikTok, mengakui bahwa ia menghabiskan sebagian besar gajinya untuk membeli parfum asli. Ia menolak menggunakan parfum palsu karena merasa tertipu jika klaim “mirip persis” dengan aslinya tidak sesuai kenyataan.

Flanagan menyarankan untuk mencium aroma parfum secara langsung sebelum membeli, terutama jika berbelanja online. Hal ini untuk memastikan kecocokan aroma dan kemudahan pengembalian barang jika tidak sesuai harapan.

Hoaks dan Isu Keamanan Parfum

Beredar informasi yang belum terbukti kebenarannya tentang kandungan parfum. Beberapa klaim menyebutkan parfum mengandung hingga ribuan bahan kimia beracun yang dapat masuk ke aliran darah dan mengganggu hormon.

Klaim-klaim tersebut telah viral di media sosial, meskipun pada dasarnya semua wewangian terbuat dari bahan kimia, termasuk air.

Ahli toksikologi terdaftar, Rani Ghosh, menjelaskan bahwa beberapa penelitian menunjukkan bahan pewangi dapat meniru hormon, tetapi belum tentu mengganggu keseimbangan hormon. Ia menekankan pentingnya memperhatikan dosis bahan parfum.

Milan Scott, ahli kimia kosmetik, menambahkan bahwa dosis merupakan faktor penentu risiko. Penelitian laboratorium seringkali menggunakan dosis jauh lebih tinggi daripada yang digunakan dalam parfum sehari-hari.

Ghosh juga menjelaskan bahwa Asosiasi Parfum Internasional (IFRA) dan Research Institute for Fragrance Materials (RIFM) menetapkan standar keamanan global untuk penggunaan bahan wewangian. Standar ini melarang atau membatasi bahan-bahan tertentu untuk memastikan keamanan konsumen.

Beberapa bahan parfum berisiko, seperti ftalat tertentu, telah dibatasi atau dilarang di banyak negara. Dengan 80% parfum global mematuhi aturan IFRA, keamanan parfum terjamin.

Kesimpulannya, popularitas parfum dupe menunjukkan adanya celah pasar dan preferensi konsumen terhadap aksesibilitas dan pilihan wewangian yang lebih beragam. Meskipun ada kekhawatiran terhadap isu keamanan, regulasi internasional dan penggunaan bahan dalam konsentrasi rendah memastikan sebagian besar parfum aman digunakan. Konsumen tetap disarankan untuk teliti dalam memilih dan membeli parfum, baik asli maupun dupe, untuk menghindari potensi kekecewaan.

Also Read

Tags

Leave a Comment