Konflik India-Pakistan: Jemaah Haji Terdampak Gangguan Penerbangan?

Redaksi

Konflik India-Pakistan: Jemaah Haji Terdampak Gangguan Penerbangan?
Sumber: Liputan6.com

Kementerian Agama Pakistan meluncurkan layanan bantuan 24 jam untuk jemaah haji. Layanan ini memberikan informasi terkini terkait jadwal penerbangan, menyusul gangguan penerbangan besar-besaran akibat meningkatnya ketegangan militer dengan India.

Pakistan International Airlines (PIA) sempat menghentikan seluruh penerbangan selama 12 jam pada 7 Mei 2025. Beberapa maskapai penerbangan Asia juga mengalihkan rute penerbangan untuk menghindari wilayah udara Pakistan.

Gencatan Senjata India-Pakistan

Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata antara India dan Pakistan pada 10 Mei 2025 melalui Truth Social. Trump mengklaim peran Washington dalam mengamankan gencatan senjata penuh dan segera ini.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengklaim bahwa kedua negara tidak hanya mencapai gencatan senjata, tetapi juga memulai pembicaraan tentang berbagai masalah di lokasi netral. Klaim ini dibantah oleh India yang menyatakan kesepakatan dicapai secara langsung tanpa mediasi AS.

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif justru memuji kepemimpinan dan peran proaktif Trump untuk perdamaian di kawasan tersebut. Seorang sumber Pakistan menyebut Rubio memiliki peran penting dalam mencapai kesepakatan gencatan senjata.

Pernyataan berbeda muncul dari kedua negara mengenai peran AS dalam negosiasi gencatan senjata. India menegaskan kesepakatan dibuat secara langsung antara kedua negara, tanpa keterlibatan AS.

Perbedaan Penjelasan India dan Pakistan

Pejabat Pakistan mengapresiasi peran AS dalam mencapai gencatan senjata. Mereka menekankan pentingnya peran AS, khususnya Rubio, dalam mediasi.

India, sebaliknya, menekankan bahwa kesepakatan gencatan senjata terjadi secara bilateral. Mereka membantah adanya mediasi dan pembicaraan lanjutan seperti yang diklaim AS.

Perbedaan penafsiran ini mencerminkan posisi politik masing-masing negara. India, sebagai kekuatan regional, cenderung menolak mediasi internasional. Pakistan, yang lebih bergantung pada bantuan asing, lebih terbuka terhadap mediasi.

Seorang analis dari Hudson Institute, Dr. Aparna Pande, menjelaskan bahwa India secara konsisten menolak mediasi dalam sengketa internasional, termasuk dengan Pakistan dan Tiongkok.

Ketahanan Gencatan Senjata

Sebelum gencatan senjata, kedua negara saling menuduh menyerang pangkalan militer. Setelah gencatan senjata, kedua belah pihak berupaya membentuk persepsi publik mengenai pencapaian dan akhir konflik.

Menteri pertahanan India menyatakan New Delhi telah mengirimkan pesan tegas kepada “teroris”. Angkatan udara India juga memuji ketepatan dan profesionalisme dalam operasi mereka.

Meskipun gencatan senjata tampaknya rapuh, kedua negara tampak patuh pada kesepakatan hingga Minggu, 11 Mei 2025. Namun, tuduhan pelanggaran gencatan senjata muncul dari kedua belah pihak.

India menuduh Pakistan melakukan pelanggaran setelah ledakan di wilayah Kashmir. Pakistan membalas tuduhan tersebut, namun menegaskan komitmen mereka pada gencatan senjata.

Keberhasilan gencatan senjata ini masih dipertanyakan. Perbedaan narasi dan tuduhan pelanggaran menunjukkan kerentanan kesepakatan tersebut.

Peluncuran saluran bantuan 24 jam oleh Kementerian Agama Pakistan menunjukkan upaya untuk meminimalisir dampak gangguan penerbangan pada jemaah haji. Namun, keberhasilan upaya ini sangat bergantung pada kestabilan situasi politik antara India dan Pakistan. Ke depannya, perlu pemantauan ketat untuk melihat seberapa lama gencatan senjata ini akan bertahan dan dampaknya terhadap situasi regional.

Also Read

Tags

Leave a Comment