Baru-baru ini, sebuah video singkat tentang Anies Baswedan kembali viral di media sosial. Video tersebut menampilkan mantan Gubernur Jakarta itu menjawab pertanyaan tentang tiga buku paling berpengaruh dalam hidupnya. Jawabannya yang sederhana namun unik memicu perdebatan hangat di dunia maya.
Video tersebut awalnya diunggah di TikTok pada 4 Mei 2025 dan kemudian dibagikan ulang di X pada 7 Mei 2025. Unggahan ulang ini, yang bertepatan dengan hari ulang tahun Anies, menarik perhatian lebih luas dan memicu beragam reaksi.
Jawaban Anies Baswedan yang Unik
Dalam video tersebut, Anies menjawab pertanyaan dengan tiga pilihan yang tak terduga: Al-Qur’an, buku nikah, dan buku tabungan. Jawaban ini awalnya disambut dengan tawa dan apresiasi, karena dianggap mencerminkan nilai-nilai penting dalam kehidupan.
Namun, ketika video tersebut kembali beredar, muncul beragam interpretasi. Banyak yang menilai jawaban Anies jenaka dan mencerminkan kepribadiannya. Beberapa lainnya mengaitkan ketiga “buku” tersebut dengan tiga aspek penting kehidupan: spiritualitas, keluarga, dan ekonomi.
Perdebatan Mengenai Penggunaan Kata “Buku”
Tidak sedikit komentar yang memperdebatkan penggunaan kata “buku” untuk Al-Qur’an. Beberapa orang berpendapat bahwa Al-Qur’an memiliki kedudukan yang lebih tinggi dan tidak seharusnya disamakan dengan buku-buku lainnya.
Di sisi lain, banyak yang berpendapat bahwa jawaban Anies merupakan metafora yang mewakili pilar-pilar penting dalam kehidupannya. Interpretasi ini dinilai lebih bijak dan meredakan kontroversi yang muncul.
Anies Baswedan dan Kecintaannya terhadap Buku
Anies Baswedan dikenal sebagai sosok yang gemar membaca. Ia bahkan memiliki serial video di kanal YouTube-nya yang berjudul “Anies Baca Buku”.
Salah satu episode serial tersebut membahas buku “Atomic Habits” karya James Clear. Anies memilih buku ini karena dianggap ringan dan mudah dipahami, cocok untuk direkomendasikan kepada mahasiswa.
Anies juga pernah menghadiri peluncuran buku “Makanya, Mikir!” bersama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Keduanya terlihat kompak mengenakan kemeja biru dan berbincang akrab. Anies memuji buku tersebut sebagai pengingat pentingnya berpikir kritis.
Dalam cuitannya di X, Anies menyampaikan apresiasinya terhadap buku “Makanya, Mikir!” dan mengajak anak muda untuk memperkuat demokrasi dengan berpikir kritis. Pertemuannya dengan Ahok di acara tersebut juga menjadi sorotan media.
Ahok sendiri mengklarifikasi bahwa tidak ada pembahasan khusus antara dirinya dan Anies di acara tersebut. Keduanya hanya hadir sebagai narasumber.
Kehadiran Anies di peluncuran buku tersebut menunjukkan komitmennya terhadap literasi dan pentingnya berpikir kritis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Secara keseluruhan, respons publik terhadap jawaban Anies Baswedan menunjukkan betapa beragamnya interpretasi yang bisa muncul dari pernyataan yang seemingly sederhana. Perdebatan yang muncul juga menunjukkan pentingnya berdiskusi dan saling memahami berbagai perspektif.





