Bukit Jempol Sumatera Selatan: 6 Fakta Menakjubkan yang Belum Kamu Tahu

Redaksi

Bukit Jempol Sumatera Selatan: 6 Fakta Menakjubkan yang Belum Kamu Tahu
Sumber: Liputan6.com

Bukit Jempol, sebuah destinasi wisata di Sumatera Selatan, memikat para pendaki dengan tebing puncaknya yang menjulang dramatis. Letaknya yang strategis, dekat dengan jalan utama di dekat Kota Lahat, memudahkan akses menuju lokasi.

Meskipun pendakian relatif singkat, para penggemar alam seringkali memilih bermalam di gubuk sederhana di sekitar gunung. Hal ini menambah daya tarik tersendiri bagi pengalaman petualangan mereka.

Dengan ketinggian 670 mdpl, pendakian Bukit Jempol disarankan didampingi pemandu lokal. Wilayah Sumatera Selatan dikenal memiliki medan yang cukup menantang dan perlu kehati-hatian.

Mengenal Lebih Dekat Bukit Jempol: Lebih dari Sekadar Puncak

Bukit Jempol, tak hanya dikenal dengan nama tersebut. Nama lain yang populer adalah Bukit Telunjuk dan Bukit Serelo.

Perjalanan menuju kaki bukit relatif mudah, namun bisa licin saat musim hujan. Pendakian ini biasanya dapat diselesaikan dalam waktu setengah hari.

Panduan Pendakian: Tips dan Rekomendasi Titik Awal

Perencanaan yang matang sangat penting untuk pendakian yang aman dan nyaman. Tidak adanya rambu pendakian mengharuskan Anda untuk bertanya kepada penduduk setempat atau menggunakan GPS.

Jika menggunakan kendaraan pribadi, mintalah sopir menunggu di area parkir yang tersedia. Area parkir biasanya berada di jalan aspal berkelok di sekitar kaki bukit.

Desa Ulak Pandan (80 mdpl), terletak di jalur utama Lahat-Muara Enim, menjadi titik awal pendakian yang direkomendasikan. Desa ini berjarak kurang dari 20 km dari Lahat, dapat ditempuh sekitar 35 menit dengan sepeda motor.

Dari Ulak Pandan, Anda akan melewati Desa Negeri Agung (73 mdpl) sebelum menyeberangi jembatan kayu yang memukau di atas Sungai Lematang. Jembatan ini menawarkan spot foto yang indah.

Setelah jembatan, ikuti jalan setapak di sisi kanan sungai. Jalan setapak ini akan melewati beberapa lahan pertanian sebelum mencapai persimpangan empat arah.

Tantangan Pendakian: Perkebunan Karet dan Ancaman Lintah

Jalur pendakian akan melewati perkebunan karet (81 mdpl) sebelum mencapai jalan aspal. Anda akan mengikuti jalan aspal selama kurang lebih 15 menit sebelum memulai pendakian yang lebih terjal.

Sepanjang perjalanan, Anda akan menemukan sumber air bersih yang dapat dimanfaatkan. Namun, jalur pendakian dapat menjadi licin, terutama setelah hujan.

Waspadai lintah, terutama lintah kecil yang sulit dideteksi. Nyamuk juga cukup banyak dijumpai sepanjang jalur pendakian.

Simpang Kedaton (410 mdpl) merupakan titik penting dalam pendakian. Dari sini, Anda akan menuju bahu Bukit Jempol.

Puncak Bukit Jempol: Batu Andesit dan Panorama Menakjubkan

Beberapa pendaki lokal memilih berkemah di sekitar bukit, di dekat gubuk atau rumah kecil. Lokasi ini biasanya berada di sisi lereng yang lebih landai.

Pada ketinggian 540 mdpl, Anda akan menemukan pemandangan indah lembah dan kelokan Sungai Lematang. Spot ini sangat cocok untuk berfoto.

Pada ketinggian 586 mdpl, terdapat beberapa batu besar yang dikenal sebagai ‘Kedaton 2’. Dari sinilah pendakian yang lebih menantang dimulai.

Mencapai puncak membutuhkan kemampuan panjat tebing. Batu di puncak Bukit Jempol diperkirakan terbuat dari andesit.

Meskipun ketinggian pasti Bukit Jempol masih diperdebatkan, peta lama menunjukkan ketinggian sekitar 670 meter.

Bukit Jempol menawarkan pengalaman pendakian yang unik dan menantang. Perpaduan keindahan alam, tantangan medan, dan kearifan lokal menjadi daya tarik tersendiri bagi para petualang. Persiapan yang matang dan pendampingan pemandu lokal sangat direkomendasikan untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan selama pendakian.

Also Read

Tags

Leave a Comment